Dengan suara tegas dan penuh kecewa, Endi Semeteh menceritakan bagaimana nenek A Rivai bersama rombongan berjumlah 20 orang berangkat dari Palembang pada 4 Februari lalu dengan harapan besar bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Lanjut Endi menceritakan yang dialami Nenek "Dalam perjanjian mereka dijanjikan berangkat menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah umroh. Namun sangat disayang hanya kenyataan pahit yang harus mereka telan. Alih-alih terbang ke Jeddah, rombongan tersebut hanya sampai di Jakarta. Di ibu kota, mereka justru terlantar hingga 15 hari tanpa kepastian keberangkatan,"ungkap Endi.
Endi juga menceritakan yang dialami Nenek bahwa saat ini beliau masih troumah, mengingat nenek kekecewaan , selama bertahun-tahun menabung untuk menjejakkan kaki di Tanah Suci. Tapi hanya harapan palsu yang dapat di terima," tutupnya.
Tidak berselang lama awak media menghubungi pihak pengusaha travel umroh Linggau, melalui pesan WhatsApp, untuk konfirmasi dan penjelasan tapi sangat di sayangkan pihak pengusaha bungkam sampai saat ini belum memberikan penjelasan kepada wartawan.
( Guntur )






.jpg)



