-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Usai Damai, Muncul Dugaan Baru: Wabup PIDIE JAYA Kembali Terseret Kasus Penganiayaan — Kepercayaan Publik Diuji Saat Masalah Datang Berulang

    Thursday, April 2, 2026, 16:43 WIB Last Updated 2026-04-02T09:43:40Z

    PIDIE JAYA — Belum lama berselang sejak kasus dugaan penganiayaan sebelumnya berakhir damai, Wakil Bupati PIDIE JAYA , Hasan Basri, kembali dihadapkan pada isu serupa. Peristiwa ini seolah menegaskan bahwa persoalan yang diselesaikan tanpa kejelasan menyeluruh kerap meninggalkan jejak yang sulit dihapus dari ingatan publik.


    Sebelumnya, kasus penganiayaan terhadap MR (27), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra Badan Gizi Nasional (BGN), telah diselesaikan melalui mekanisme restorative justice (RJ). Kesepakatan kekeluargaan antara korban dan terlapor menjadi dasar penghentian perkara tersebut.


    Kapolres PIDIE JAYA, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, membenarkan bahwa proses RJ telah rampung sebelum Lebaran.

    “Sudah lama RJ, sebelum Lebaran sudah selesai. Soal kesepakatan apa, itu tanyakan kedua belah pihak,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).


    Meski demikian, pihak kepolisian mengaku tidak mengetahui secara rinci isi kesepakatan, termasuk bentuk pemulihan terhadap korban.


    Namun, ketika sorotan publik belum sepenuhnya mereda, dugaan penganiayaan baru kembali mencuat.


    Kali ini, Hasan Basri dilaporkan terlibat insiden dengan Zikrillah, yang disebut sebagai mantan LO tim sukses pasangan SABAR (Sibral Malasyi – Hasan Basri). Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Rabu (2/4/2026) malam, peristiwa itu diduga terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 21.25 WIB di ruang rapat pendopo Wakil Bupati PIDIE JAYA.


    Menurut keterangan Zikrillah, dirinya hadir untuk memenuhi undangan rapat yang membahas surat Wakil Bupati kepada Bupati terkait permohonan pelimpahan sebagian kewenangan, isu yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik.


    Namun situasi disebut berubah tegang secara tiba-tiba.

    “Saat saya masuk dan membuka pintu ruang rapat, Pak Wabup spontan marah dan menyuruh saya keluar. Ketika saya hendak pergi, beliau mengejar dan meninju punggung saya dengan keras,” ungkapnya.


    Zikrillah mengaku tidak mengetahui penyebab kemarahan tersebut dan merasa tidak pernah melakukan tindakan yang merugikan pihak Wakil Bupati.


    “Saya tidak tahu apa salah saya. Hubungan kami selama ini baik-baik saja,” katanya.

    Ia menduga insiden tersebut berkaitan dengan klarifikasi yang pernah disampaikannya ke publik, yang membantah isu bahwa Wakil Bupati dipinggirkan dalam pemerintahan.


    Peristiwa itu, lanjutnya, terjadi di hadapan sejumlah tokoh penting di PIDIE JAYA, termasuk ulama dan tokoh masyarakat yang tengah menunggu jalannya rapat.

    “Ini menjatuhkan marwah dan harga diri saya di hadapan para tokoh. Keluarga saya juga tidak menerima perlakuan ini,” tegasnya.


    Zikrillah memastikan akan menempuh jalur hukum dan berencana melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres PIDIE JAYA.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Wakil Bupati PIDIE JAYA , Hasan Basri, terkait tudingan tersebut.


    Publik kini menanti kejelasan atas peristiwa ini. Sebab dalam kepemimpinan, sikap dan tindakan bukan hanya dinilai dari satu kejadian, tetapi dari konsistensi dalam menjaga kepercayaan. Seperti kata bijak, masalah yang berulang bukan sekadar kebetulan, melainkan isyarat bahwa ada hal yang belum benar-benar diselesaikan.


     ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan