Dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter tanpa pelat nomor merampas kalung emas korban saat kondisi jalan sudah ramai.
Kalung emas berkadar 700 seberat sekitar 10 gram putus akibat ditarik paksa. Pelaku berhasil membawa kabur sebagian kalung, sementara sisanya masih tersangkut di leher korban.
Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku mengenakan jaket hitam dan helm, sedangkan pelaku yang diduga sebagai eksekutor memakai baju cokelat dan topi. Warga menduga aksi tersebut telah direncanakan karena pelaku menggunakan motor tanpa pelat nomor dan melarikan diri dengan cepat.
Hingga berita ini ditulis, korban mengaku belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Untuk warga Sampit dan sekitarnya Harap waspada jngan terlalu berpakaian yang mengundang kejahatan
Khususnya ibu_ibu.
Peringatan tersebut sangat tepat. Polres Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat puluhan kasus kejahatan jalanan dan perampokan terjadi di wilayah Sampit. Pelaku kerap menyasar ibu-ibu, pengendara yang membawa tas, dan warga yang memamerkan perhiasan.
Laporan mengenai tindak kejahatan begal semakin banyak, dan beredar informasi tentang daftar jalan yang rawan akan tindakan tersebut. Warga kota Sampit diimbau untuk segera melapor ke pihak kepolisian terdekat jika mengalami pembegalan. Banyak aduan yang masuk melalui akun media sosial kami, dan kami meminta beberapa di antaranya untuk terlebih dahulu melapor kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Kapolres sampit kotawaringin timur (Kotim). AKBP Sarpani, menghimbau masyarakat agar melaporkan aksi begal ke pihak kepolisian, bukan curhat di media sosial. Hingga kini belum ada laporan resmi, sehingga sulit untuk menganalisis pelaku. Pihak kepolisian terus meningkatkan keamanan melalui patroli dan kegiatan rutin. Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada, terutama di waktu dan tempat rawan kejahatan. Sarpani juga menegaskan pentingnya laporan korban atau saksi untuk membantu tindakan lebih lanjut. Ujarnya.
(Karim)






.jpg)



