Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., M.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga SMK se-Kecamatan Siborongborong.
Mengusung tema “Suara Anak Membangun Bangsa” dengan pesan “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang mereka.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kualitas anak hari ini akan menentukan arah kemajuan bangsa di masa depan. Karena itu, setiap anak harus memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, sosial, maupun intelektual.
“Upaya membangun karakter anak merupakan kewajiban berkelanjutan yang hasilnya akan terlihat dalam beberapa dekade mendatang,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 yang menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional, bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
Menurutnya, HAN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa anak adalah amanah sekaligus aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan dipersiapkan menjadi generasi berkarakter, sehat, dan cerdas.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat—orang tua, tenaga pendidik, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat—untuk bersinergi menciptakan lingkungan yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.
“Suara anak harus didengar. Sayangi mereka, lindungi, dan bangun masa depan mereka bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan perundungan. Semua pihak, menurutnya, harus terlibat aktif dalam menyusun kebijakan yang benar-benar berpihak kepada anak.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga menyerahkan bantuan kepada siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB), sebagai wujud komitmen dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali.
Peringatan HAN ke-42 di Siborongborong berlangsung meriah. Ratusan peserta didik menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari tarian tradisional hingga atraksi kreatif lainnya yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap semangat “Suara Anak Membangun Bangsa” dapat menjadi gerakan bersama dalam menyayangi anak, melindungi hak-haknya, serta membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
Selamat Memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026.
(Edys Lumbantoruan)






