-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Ketika Banjir Pergi, Mariono Menemukan Harapan dengan Dibuka Kembali Bengkel Difabel ‎ ‎ ‎ACEH TAMIANG -Mariono (43) seakan tidak pernah menyerah pada keterbatasannya. Kaki lelaki yang akrab disapa Nono ini tidak sempurna, tongkat ketiak selalu disisinya. Namun, kakinya masih kuat menjejak dengan lincah. Dan, tangannya masih bertenaga untuk mengotak-antik mesin sepeda motor. ‎Sejak enam tahun lalu, tak ada lain yang dikerjakannya kecuali menjadi mekanik. Bertahun-tahun ia bergulat dengan oli, kunci mekanik hingga mengenali "penyakit" sepeda motor yang ia pegang, ungkap Nano,Selasa(17/3/26). ‎ ‎Nono adalah penduduk Desa Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Ia anggota kelompok bengkel difabel binaan Pertamina EP Rantau Field. Kendati penyandang tunadaksa, Nono selalu kelihatan tentram. ‎ ‎Dari pengalamannya sendiri, ia percaya untuk dapat makin tentram, manusia harus madep mantep (teguh dan yakin) serta kebatinane mboten wonten napa-napane. Artinya, manusia harus mengkosongkan diri dalam hidup batinnya. ‎ ‎"Bengkel ini pemberi kehidupan bagi saya dan keluarga. Semenjak dapat pelatihan dan diberdayakan jadi mekanik, ekonomi saya jadi lebih baik," ujarnya kepada media, Senin (16/3). ‎ ‎Sebelumnya mendapat pelatihan mekanik, ia tidak punya pekerjaan tetap. Hidupnya sangat bergantung pada keluarga. Hadirnya bengkel menjadi pengharapan untuk hidup yang lebih baik. ‎ ‎"Setelah ikut pelatihan mekanik dari Pertamina, bengkel ini buka. Dari sinilah saya merasa punya penghidupan. Beberapa tahun jadi mekanik di sini kemudian saya menikah. Berani menikah karena sudah ada penghasilan dari bengkel ini," katanya. ‎ ‎Cobaan paling berat bagi Nono datang ketika banjir bandang Aceh Tamiang, 26 November 2025 lalu. Waktu itu, ia terpaksa mengungsi. Berhari-hari ia hidup dari belas kasih orang. Ia kembali pada titik kehidupan terdahulu. ‎ ‎"Banjir bandang kemarin menjadi cobaan paling berat. Semua barang yang saya miliki sudah hancur. Penghasilan saya pun tidak ada karena bengkel porak-peranda. Semua capaian habis hanya hitungan hari," ujarnya. ‎ ‎Tiap hari ia selalu mengunjungi bengkel difabel yang berada di jalan lintas Medan-Banda Aceh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Ia bergotong royong membersihkan lokasi bengkel dari timbunan lumpur. Perlahan-lahan bengkel yang menjadi sumber penghidupannya ini bersih. ‎ ‎"Saya bersyukur Pertamina bergerak cepat membantu kami. Bengkel yang hancur dibuka kembali. Barang-barang yang sudah raib dibeli lagi. Terima kasih saya diberi rezeki," katanya. ‎ ‎Dibuka kembalinya bengkel difabel pascabanjir bandang bersamaan dengan program ganti oli gratis "Yuk Berbagi” pada Jumat (13/3) lalu yang digelar Pertamina Lubricants bersama Pertamina EP Rantau Field. ‎ ‎Program ini merupakan komitmen perusahaan membantu masyarakat penyintas banjir di Aceh Tamiang dengan ganti oli gratis untuk ratusan pemilik sepeda motor yang kendaraannya terdampak banjir pada akhir November 2025 lalu. ‎ ‎Pertamina EP Rantau Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) melibatkan tujuh mekanik difabel binaan mereka. Sementara itu Pertamina Lubicrants menghabiskan 282 oli gratis pada hari itu. ‎ ‎Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal menyampaikan, program bengkel difabel ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya angka difabel di Aceh Tamiang. Jadi, perusahaan berkomitmen memberikan manfaat nyata untuk masyarakat. ‎ ‎"Kami memberikan pelatihan terhadap puluhan orang difabel tentang mekanik. Lalu, muncul gagasan mereka ingin buat usaha, sehingga perusahaan membantu buatkan bengkel," ujarnya. ‎ ‎Seusai banjir bandang yang memorak-perandakan bengkel, perusahaan bergerak cepat untuk membuka kembali. Harapannya membantu kelompok binaan segera produktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. ‎ ‎Head CSR Pertamina Lubricant Asep Saputra turut mendukung pembukaan kembali bengkel difabel tersebut dan ikut membagikan oli gratis pada kesempatan tersebut. ‎ ‎"Dibuka kembali bengkel setelah banjir ditandai dengan pemberian 282 botol oli gratis untuk masyarakat. Oli gratis ini bertujuan membantu masyarakat agar kendaraan mereka bisa kembali nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari," ungkap Asep. ‎ ‎(*) ‎ ‎ ‎KETERANGAN FOTO: Mekanik difabel binaan Pertamina EP Rantau Field melakukan pergantian oli gratis untuk masyarakat di Pelataran Rumah Kreatif Tamiang. Pertamina Lubricants bersama Pertamina EP Rantau Field menggelar program ganti oli gratis bertajuk "Yuk Berbagi" untuk warga terdampak banjir Aceh Tamiang. ‎(Adam,)

    Tuesday, March 17, 2026, 21:03 WIB Last Updated 2026-03-17T14:03:35Z

    MUARADUA- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), H. M. Rahmattullah, S.STP., MM., menerima audiensi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) OKU Selatan bersama jajaran PT PLN OKU Selatan di Ruang Kerja Sekda, Selasa (17/03/2026).


    Audiensi tersebut membahas pelaksanaan Ground Check (GC) pelanggan PLN serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).


    Kepala BPS OKU Selatan, Rival Abdul Jabar, S.ST., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Ground Check ini merupakan upaya verifikasi dan validasi data di lapangan yang dilakukan secara kolaboratif antara BPS dan PT PLN di seluruh wilayah Indonesia.

    Selain itu, BPS juga bekerja sama dengan Kementerian Sosial serta Dinas Sosial Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan GC PBI JKN.


    “Dalam kegiatan ini, BPS turut memfasilitasi berbagai kebutuhan, termasuk penyediaan aplikasi yang sebelumnya telah dilakukan pelatihan kepada petugas PLN,” jelas Rival.


    Ia juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah, khususnya dalam bentuk instruksi atau edaran hingga ke tingkat kecamatan dan desa, guna memastikan kelancaran pelaksanaan di lapangan sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat dan terpercaya.


    Rival menambahkan, pelaksanaan GC pelanggan PLN akan dilakukan oleh petugas Billman/Biller dalam rentang waktu Maret hingga Agustus 2026. Sementara itu, GC PBI JKN akan dilaksanakan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI pada 1 hingga 30 April 2026.


    Menanggapi hal tersebut, Sekda OKU Selatan, H. M. Rahmattullah, menyatakan bahwa Pemerintah Daerah pada prinsipnya mendukung penuh kegiatan tersebut agar dapat berjalan optimal.


    “OPD terkait diharapkan dapat segera bergerak dan menjalankan tugas sesuai peran masing-masing dalam mendukung pelaksanaan Ground Check ini,” ujarnya.


    Sekda menilai, keberhasilan kegiatan ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah kecamatan hingga desa, karena pihak tersebut yang paling memahami kondisi riil masyarakat di wilayahnya.


    Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara petugas di lapangan dengan pemerintah setempat agar program-program kesejahteraan sosial dapat tepat sasaran.


    “Kita berharap pendataan ini berjalan dengan baik sehingga menghasilkan data yang akurat. Dengan begitu, anggaran pemerintah benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” tegasnya.


    Lebih lanjut, Sekda menambahkan bahwa kegiatan Ground Check ini penting untuk memperbarui kondisi data sosial ekonomi masyarakat yang bersifat dinamis.


    “Mungkin ada masyarakat yang sebelumnya menerima bantuan, namun kini kondisinya sudah membaik. Oleh karena itu, validasi data sangat penting agar program pemerintah tetap tepat sasaran,” tambahnya.


    Sekda juga mengimbau masyarakat agar dapat menerima petugas dengan baik serta memberikan informasi yang benar guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.


    Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Bapperida, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kominfo, serta Ketua Tim Pendamping PKH.



    (Awaludin)

    Komentar

    Tampilkan