Kembali Ketua Umum LSM GIPAK, menegaskan bahwa ulang tahun kabupaten seharusnya menjadi momentum koreksi serius, bukan sekedar pesta pora undangan dan pidato pejabat dalam Situasi keadaan yang katanya anggaran Daerah masih dalam Keadaan Defisit bahkan sampai berhutang sampai dengan nilai yang Fantasti Rp 300 Milyar ditambahkan lagi dengan keadaan Masyarakat yang saat ini dalam keadaan masih sangat Sulit.
Arip menyoroti kontradiksi yang terjadi di Lampung Timur. Di satu sisi, acara perayaan HUT pasti digelar rapi dengan tamu kehormatan lengkap rangkaian yang begitu banyaknya, Namun di sisi lain, Pemerintah Daerah seolah absen menjaga lingkungan & mengabaikan Infrastruktur yang selalu di suarakan oleh elemen masyarakat melalui Medsosnya masing-masing.
"Setiap tahun undangan HUT selalu tertata rapi, tamu kehormatan selalu lengkap. Tapi di saat yang sama, di Medsos selalu terdengar mengkritik Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, merajalela, baik terkait Infrastruktur maupun banyaknya Dugaan Korupsi yang sudah terjadi maupun yang saat ini masih berjalan di APH setempat, yang seolah-olah Mereka para Pemangku kepentingan ini tidak pernah ada rasa takut sedikitpun, Ini menunjukkan lemahnya Pemerintahan saat ini," tegas Arip. (3 April 2026).
Aktivis ini menilai, kondisi pemerintahan saat ini cenderung terjebak dalam agenda seremonial. Padahal secara tidak sadar rakyat dan Bawahannyalah yang menanggung dampaknya.
"Lampung Tidak tidak kekurangan acara, tapi kekurangan *ketegasan* ," cetusnya.
Kembali Ketua LSM GIPAK ini Menegaskan Melalui momentum HUT ke-27 ini, LSM GIPAK akan melayangkan lima tuntutan keras kepada Pemkab Lampung Timur dan Aparat Penegak Hukum:
Tegakkan hukum lingkungan secara transparan sesuai UU.
Tertibkan Hukum tanpa tebang pilih.
Hentikan Dugaan Korupsi dan pulihkan benahi kawasan Infrastruktur yang rusak & terbengkalai, Evaluasi kinerja pemda, stop laporan 'Asal Bapak & Ibu Senang' di mimbar perayaan.
Kurangi budaya seremoni, alihkan anggaran untuk penyelamatan untuk Pro Rakyat .
"Selamat HUT Kabupaten Lampung Timur ke-27. Jangan jadikan usia sebagai kebanggaan kosong, tetapi sebagai peringatan bahwa tanggung jawab terhadap rakyat dan lingkungan tidak bisa lagi ditunda, karena biasanya sudut pandang yang muncul adalah Tidak etis merayakan saat rakyat dalam keadaan kesulitan Lebih baik anggaran dialihkan ke kebutuhan mendesak jangan Rakyat & Elemen Masyarakat selalu beranggapan, Menunjukkan kurangnya kepekaan pemimpin, "tutup Arip.
(Iman)






.jpg)



