General Manager ASDP Umar Imran Batubara, menjelaskan penerapan sistem satu pintu ini bertujuan untuk menata arus kendaraan sekaligus meningkatkan pengawasan dan kenyamanan di area pelabuhan.
“SesuaI dengan program ASDP, pada tanggal 1 Juni 2026 akan diterapkan sterilisasi di Pelabuhan Merak. Salah satunya dengan penerapan One Gate System, yaitu seluruh kendaraan yang akan menyeberang akan melalui satu jalur pintu masuk,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebelumnya kendaraan dapat masuk melalui dua jalur, yakni melewati Pos 2 reguler. Namun kini seluruh arus kendaraan dialihkan melalui pintu eksekutif menuju Pos 2.
“Yang sebelumnya kendaraan melewati jalan arteri, sekarang diarahkan melalui jalan menuju pelabuhan. Mudah-mudahan dengan demikian aktivitas masyarakat di depan Pelabuhan Merak menjadi lebih lancar,” katanya.
Meski demikian, pelaksanaan saat ini masih dalam tahap uji coba selama tiga hingga empat hari ke depan guna melihat efektivitas sistem baru tersebut.
“Kalau dilihat trafik kendaraan pagi ini masih landai. Nanti malam akan kita cek kembali dan dilakukan evaluasi terhadap kendala-kendala yang muncul dalam penerapan One Gate System ini,” tambahnya.
Menurutnya, tujuan utama penerapan sistem ini adalah melakukan sterilisasi area pelabuhan agar hanya pihak yang memiliki kepentingan saja yang dapat masuk ke kawasan pelabuhan, seperti pengguna jasa penyeberangan dan para stakeholder terkait.
“Diketahui pintu masuk Pelabuhan Merak terlalu banyak, sehingga untuk pengawasan dan pengendalian perlu usaha ekstra. Dengan sistem satu pintu ini kita bisa lebih fokus sehingga kondisi di dalam pelabuhan menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman,” jelasnya.
ASDP juga memastikan tidak ada perubahan dalam sistem pelayanan reguler maupun reservasi tiket penyeberangan.
“Pengalihan ini tidak mengubah proses reguler. Semua tetap sama, termasuk reservasi tiket. Yang berubah hanya pengaturan trafik kendaraan. Ke depan kami juga akan memperbaiki wajah Pelabuhan Merak, kemungkinan akan dibuat gapura baru agar lebih representatif,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gapasdap, Cabang Merak Cilegon Togar Napitupulu. menyatakan dukungannya terhadap penerapan sistem tersebut selama bertujuan meningkatkan pelayanan dan sterilisasi pelabuhan.
“Apapun yang terbaik tentu akan kami dukung. Jika nantinya menimbulkan kemacetan, tentu akan dilakukan evaluasi bersama. Ini bukan menjadi tantangan atau masalah bagi kami karena pada dasarnya hanya pengalihan arus mulai dari kantor BPTD,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi antara Gapasdap dan ASDP berjalan baik sebelum kebijakan diterapkan.
“Antara Gapasdap dan ASDP sangat efektif dalam berkoordinasi. Sebelum langkah ini diterapkan, kami sudah dilibatkan untuk memberikan masukan dan solusi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun keluhan dari masyarakat sekitar,” ujarnya.
Di sisi lain, Kabag Ops Polres Cilegon, AKP Choirul Anam, S.H., M.H., M.Simenyampaikan pihak kepolisian turut mendukung kelancaran arus penyeberangan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir Mei 2026.
“Tujuan ASDP tentu untuk memberikan kelancaran kepada masyarakat. Menjelang tanggal 27 hingga 29 Mei, kami akan melakukan pengamanan di kawasan pelabuhan, mulai dari Tol Cilegon Timur, Cilegon Barat, hingga area pelabuhan,” jelasnya.
Sebanyak kurang lebih 200 personel gabungan akan disiagakan untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga keamanan masyarakat yang hendak menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera.
“Kami melibatkan lima fungsi kepolisian, stakeholder terkait, dan jajaran polsek. Setelah fokus pengamanan pelabuhan pada 27 sampai 30 Mei, kami akan bergeser mengamankan kawasan wisata Anyer dan Cinangka untuk mengantisipasi kepadatan wisatawan serta gangguan kamtibmas seperti curanmor dan begal,” pungkasnya. (Vie)






.jpg)



