Satu hal yang langsung jadi sorotan: Ramandung, calon nomor urut 1, tidak terlihat hadir sama sekali. Ketidakhadirannya di momen terbuka ini memicu pertanyaan tajam: apakah ada perlakuan beda dari pengurus nagari? Apakah bantuan dipakai sebagai modal pendukung calon tertentu jelang pemilihan Walinagari?
Salah satu tokoh masyarakat setempat angkat bicara tegas. Ia menegaskan belum ada bukti nyata politik terselubung, namun tak bisa menutup mata atas ketimpangan yang terlihat jelas. “Kami tak mau ada permainan di balik bantuan rakyat. Kami minta Pemerintah Daerah turun tangan, periksa pejabat yang terlibat dan calon yang hadir hari ini. Semuanya harus terbuka, tak boleh ada yang dipilih‑pilih,” ujarnya di hadapan warga yang hadir.
Pemerintah Nagari Malai V Suku Timur menyatakan bantuan ini adalah hak warga dan bagian dari program rutin, namun belum memberikan penjelasan resmi soal alasan ketidakhadiran calon nomor urut 1. Warga menuntut kejelasan agar proses demokrasi berjalan bersih dan bantuan benar‑benar sampai ke tangan yang berhak, bukan jadi alat politik.
(Jamal)






.jpg)



