Rapat dihadiri unsur TNI, Polri, jajaran Badan Kesbangpol, para pelatih dan pembina Paskibraka, tim medis, serta organisasi perangkat daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Dalam arahannya, Joni Rafles menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan pemusatan diklat tidak hanya bergantung pada kesiapan para calon anggota Paskibraka, tetapi juga pada solidnya koordinasi seluruh panitia dan instansi terkait.
"Kita harus bekerja sama dan saling mendukung agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, disiplin, serta sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Persiapan yang matang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Paskibraka nantinya," tegasnya.
Pemusatan Diklat Paskibraka Kabupaten OKU Selatan dijadwalkan berlangsung di Hotel Samudra mulai 31 Juli hingga 18 Agustus 2026. Sebanyak 33 calon anggota Paskibraka akan mengikuti pembinaan intensif yang meliputi latihan fisik, baris-berbaris, pembentukan karakter, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga penanaman nilai-nilai cinta tanah air.
Menurut Joni Rafles, pemusatan diklat merupakan tahapan yang sangat penting dalam membentuk mental, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan para peserta sebelum mengemban tugas sebagai pengibar dan penurun Bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten OKU Selatan.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta juga membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari kesiapan tempat, penyusunan jadwal, akomodasi peserta, konsumsi, pelayanan kesehatan, sistem pengamanan, hingga pembagian tugas masing-masing instansi agar seluruh proses berjalan efektif dan tanpa kendala.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan berharap sinergi yang telah dibangun antarinstansi dapat menghasilkan pelaksanaan pemusatan diklat yang sukses, sekaligus melahirkan anggota Paskibraka yang memiliki disiplin tinggi, integritas, jiwa kepemimpinan, serta mampu mengemban amanah sebagai simbol kebanggaan daerah dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
(Awaludin)






