Meski sekolah tersebut sempat mengalami dampak cukup parah akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu, kondisi itu tidak menyurutkan semangat pihak sekolah maupun para siswa untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif dan kompetitif.
“Kami ingin bangkit bersama. Selain untuk menghilangkan trauma pascabencana, kegiatan ini juga menjadi motivasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah,” ujar Adrian.
Dalam ajang FLS3N Tahun 2026, pihak sekolah berharap para siswa mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya bersama sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bireuen. Berbagai persiapan pun telah dilakukan secara maksimal demi mencapai target meraih prestasi terbaik.
"Kesulitan bukan alasan untuk berhenti melangkah, tetapi tantangan untuk menjadi lebih kuat dan berprestasi.
Dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras, UPTD SMP Negeri 2 Peusangan membuktikan bahwa keterbatasan dan musibah bukan penghalang untuk terus maju demi masa depan pendidikan yang lebih baik.
( Hendra)






.jpg)



