Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan tim panitia dan dosen pendamping, wilayah Bukik Aru belum mendapatkan jangkauan Internet yang memadai dan stabil. Kondisi ini dikhawatirkan akan menghambat berbagai aspek pelaksanaan KKN, mulai dari koordinasi dengan kampus, pengumpulan data, dokumentasi kegiatan, hingga penyusunan laporan akhir.
Setelah berkoordinasi dengan perangkat nagari dan tokoh masyarakat setempat, disepakati untuk memindahkan titik pelaksanaan KKN ke Korong Bukik Kabun. Wilayah ini dipastikan memiliki akses internet yang cukup untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian program pengabdian masyarakat yang telah disusun.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat menyampaikan harapan agar kendala keterbatasan jaringan di Korong Bukik Aru menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi wilayah kami yang masih terkendala akses telekomunikasi. Keterbatasan ini tidak hanya menyulitkan kegiatan pendidikan seperti KKN, tetapi juga menghambat akses informasi dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat sehari-hari,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Hingga saat ini, para mahasiswa peserta KKN telah memulai penyesuaian diri di lokasi baru dan siap menjalankan program pengabdian yang telah dirancang dengan melibatkan warga setempat.
(Jamal)






.jpg)



