• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Proyek Revitalisasi SDN 050752 Langkat Capai 65 Persen, Transparansi dan Kualitas Jadi Sorotan

    Saturday, July 25, 2026, 07:48 WIB Last Updated 2026-07-25T01:46:07Z

    LANGKAT -  Proyek revitalisasi rehabilitasi berat gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 050752 yang berlokasi di Jalan Dahlia, Kelurahan Brandan Timur Baru, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, kini telah mencapai progres sekitar 65 persen. Meski pengerjaan disebut berjalan sesuai rencana, publik tetap menaruh perhatian pada aspek kualitas dan transparansi pelaksanaannya.

    Kepala SDN 050752, Wenny Ramadani, S.Pd., saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Jumat (24/7/2026), menyampaikan bahwa proyek revitalisasi dimulai sejak awal Juni 2026 dan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.


    “Pelaksanaan pembangunan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) saat ini sudah mencapai sekitar 65 persen. Proyek ini juga berada dalam pengawasan langsung Direktorat Jenderal Pendidikan Sekolah Dasar sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Kerja (PPKK),” ujarnya.


    Ia menjelaskan bahwa anggaran revitalisasi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 melalui Kementerian Pendidikan. Dana tersebut difokuskan untuk rehabilitasi berat gedung sekolah serta pengadaan mobiler guna menunjang kegiatan belajar mengajar.


    Namun demikian, di tengah progres yang terus berjalan, masyarakat berharap pengawasan tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga menyentuh kualitas fisik bangunan di lapangan.


    Wenny menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan telah mengikuti petunjuk teknis serta peraturan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.


    “Semua material yang digunakan harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). P2SP tidak bisa sembarangan dalam penggunaan bahan,” tegasnya.


    Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah telah memasang berbagai papan informasi sebagai bentuk transparansi, mulai dari papan anggaran biaya, struktur P2SP, hingga gambar rencana pembangunan.


    Meski demikian, transparansi yang ditampilkan secara administratif tersebut diharapkan tidak sekadar formalitas. Publik menilai, keterbukaan informasi harus dibarengi dengan hasil pembangunan yang benar-benar berkualitas, mengingat proyek ini menggunakan dana negara.


    Dengan progres yang telah mencapai lebih dari setengah pekerjaan, masyarakat kini menunggu pembuktian akhir: apakah proyek revitalisasi ini akan benar-benar menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, atau justru menyisakan pertanyaan baru di kemudian hari.


    (Adam)

    Komentar

    Tampilkan