Terletak di lokasi strategis Jalan Reformasi, Lorong Adhyaksa, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, kehadiran kembali kolam ini disambut antusiasme luar biasa dari para penghobi memancing. Bahkan, kuota partisipasi yang disediakan sebanyak 50 peserta langsung terisi penuh sesaat setelah pendaftaran dibuka.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa sebagai tanda beroperasinya kembali salah satu kolam pemancingan yang sempat vakum cukup lama. Selain menjadi ajang kompetisi yang sehat, acara ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi yang erat antar sesama pemancing serta warga yang ingin menikmati suasana asri di tengah hiruk-pikuk perkotaan Palembang.
Pemilik Kolam Pemancingan Muara kati, Nazaruddin Hasan, SH., saat ditemui langsung di lokasi menyampaikan bahwa pembukaan kembali tempat ini adalah langkah nyata menghadirkan kembali destinasi rekreasi yang layak bagi masyarakat.
"Pembukaan Kolam Pemancingan Muara kati ini sekaligus menjadi bagian dari semarak menyambut kemerdekaan bangsa. Kami ingin menghadirkan tempat yang bukan sekadar untuk memancing, melainkan juga menjadi sarana berkumpul dan mempererat persaudaraan antar warga," ujar Nazaruddin.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama mengikuti perlombaan.
"Pesan saya, bertanding lah dengan hati yang lapang. Jika menang sesuai aturan, patut disyukuri. Jika belum beruntung, jadikan pengalaman berharga, karena intinya kita berkumpul untuk kebersamaan dan hiburan," tegasnya.
Secara rinci, kawasan ini berdiri di atas lahan sekitar 1,5 hektare dengan ukuran kolam mencapai 60 x 60 meter, sehingga mampu menampung 50 pemancing dalam satu sesi dengan jarak yang cukup nyaman.
Sementara itu, Pengelola Kolam Pemancingan Muara kati, Lutfi Saputra, menjelaskan bahwa kolam ini sebenarnya sudah lama ada namun sempat berhenti beroperasi. Kini tempat ini dihidupkan kembali dengan pengelolaan yang lebih rapi dan konsep pemancingan harian.
"Kolam ini sebenarnya legendaris di kalangan pemancing lokal, hanya sempat vakum. Sekarang kami buka kembali dengan tata kelola lebih baik. Pembukaan hari ini langsung dipadati 50 peserta, semuanya terisi penuh," jelas Lutfi.
Ia menambahkan, konsep yang diusung difokuskan pada ikan lele dengan bonus tangkapan ikan patin karena jenis ini paling diminati masyarakat Palembang dan sekitarnya.
"Harapannya Kolam Muara kati bisa menjadi destinasi favorit, bahkan menjadi hidden gem atau tempat rekreasi tersembunyi yang berharga di kota ini," ungkapnya.
Sistem penilaian lomba menggunakan kategori ikan terberat untuk juara 1 hingga 4, serta tangkapan terbanyak di sisi kiri dan kanan kolam. Jika ditemukan berat yang sama, pemenang ditentukan dari waktu tangkapan lebih dulu.
Guna menjaga kualitas air dan kelestarian ikan, panitia melarang penggunaan umpan usus mentah, kelapa sawit, kucur, telur sapu-sapu, serta umpan yang mengandung sabun atau deterjen.
Mulai hari ini, kolam beroperasi setiap hari dengan tarif masuk Rp30.000 per orang, hasil tangkapan boleh dibawa pulang sesuai ketentuan. Tersedia pula penyewaan alat pancing dan program ikan jackpot dengan hadiah dari akumulasi harian.
Dengan gabungan olahraga, hiburan, dan ruang berkumpul keluarga, Kolam Pemancingan Muara kati siap menjadi pilihan rekreasi baru yang menyegarkan warga Kota Palembang.
( Guntur )







