
Marten Thesia Tim 13 sekaligus ketua LMA Kabupaten Sorong Selatan, Sejak awal berdirinya Kabupaten ini, kami hadir sebagai garda terdepan. Ikut berjuang, ikut membangun dari nol.
Namun ironisnya, setiap momen HUT kami selalu dijanjikan. Ada wacana anak-anak kami pengangkatan, ada wacana pembangunan rumah, ada wacana kesejahteraan. Tapi setelah kemeriahan HUT selesai, janji itu ikut hilang, Uca Marten.
"Ini sudah menjadi pola setiap tahun. Di momentum HUT nama Tim 13 disebut-sebut. Setelah itu kami kembali dilupakan,"
Fakta yang kami rasakan:
1. Pengabdian lebih dari 20 tahun tanpa kepastian status dan kesejahteraan.
2. Setiap HUT dijanjikan akan ada perhatian dari Pemda.
3. Tidak ada tindak lanjut setelah perayaan selesai.
Tuntutan Kami kepada Pemerintah Daera:
1. Berikan kepastian hukum dan status kepada Tim 13. Jangan PHP setiap tahun.
2. Anggarkan kesejahteraan Tim 13 dalam APBD Perubahan 2026.
3. Jangan jadikan Tim 13 sebagai alat pencitraan politik di setiap momen HUT.
"Ibu Bupati, Bapak-Ibu Pimpinan DPRD. Kami bukan meminta belas kasihan. Kami meminta hak dan penghargaan atas pengabdian. 23 Tahun sudah cukup untuk dijanji-janji."
"Biarkan HUT ke-23 ini menjadi momentum Pemda menepati janji, bukan menambah luka," pungkasnya.
(Moy)






