-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Banyuasin

    Sports

    Pemborong Diduga Kabur, Puluhan Pekerja di PT CLMD Belum Terima Gaji

    Friday, March 13, 2026, 23:59 WIB Last Updated 2026-03-13T16:59:06Z

    SUANGAI BAUANG SUMSEL – Seorang pemborong bernama Heriyanto atau yang akrab dipanggil Heri diduga kabur setelah membawa gaji puluhan pekerja di proyek penarikan kabel milik PT Cahaya Laut Mas D Jaya (PT CLMD) yang berada di kawasan OKI Pulp & Paper Mills, Kecamatan Air Sugihan, Desa Bukit Batu, wilayah yang dikenal dengan sebutan Sungai Baung.


    Kasus ini melibatkan sekitar 40 orang pekerja yang bekerja selama tiga minggu di bawah pemborong Heriyanto. Setiap pekerja seharusnya menerima gaji sekitar Rp2 juta per orang.


    Namun hingga saat ini, sebagian besar gaji pekerja belum dibayarkan. Dari total kewajiban pembayaran, baru sekitar Rp29 juta yang dibayarkan kepada para pekerja. Bahkan ada pekerja yang hanya menerima Rp650 ribu.


    Sementara itu, sisa gaji yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai sekitar Rp54 juta.


    Menurut keterangan salah satu rekan pekerja, Heriyanto sebelumnya sempat berjanji akan melunasi kekurangan gaji tersebut dalam waktu dekat. Pada Sabtu malam, 8 Maret 2026, Heriyanto bahkan sempat menginap di salah satu mess pekerja.


    Keesokan harinya, Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Heriyanto berpamitan untuk keluar dengan alasan akan dijemput temannya dan ingin meminjam uang kepada seseorang bernama Hartono di dalam area perusahaan untuk membayar sisa gaji pekerja.


    Namun setelah itu, Heriyanto tidak kembali lagi. Saat dihubungi pada Minggu pagi, nomor teleponnya sudah tidak aktif.


    Para pekerja kemudian mendapat informasi bahwa Heriyanto berada di Mess Reno. Beberapa orang pekerja langsung mendatangi lokasi tersebut, namun setelah pintu mess dibuka, Heriyanto tidak ditemukan di tempat tersebut.


    Selain gaji pekerja, Heriyanto juga disebut memiliki utang katering untuk makan para pekerja selama tiga minggu. Total tagihan katering yang belum dibayar diperkirakan mencapai sekitar Rp36 juta.


    Akibat kejadian ini, puluhan pekerja kini merasa dirugikan dan berharap Heriyanto dapat segera ditemukan serta menyelesaikan kewajibannya.


    Kasus ini menjadi perhatian para pekerja yang berharap ada penyelesaian dan tanggung jawab dari pihak yang bersangkutan.


    ( Guntur )

    Komentar

    Tampilkan