Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis melalui ANTARA News, Pertamina memastikan ketahanan stok Pertalite mencukupi untuk kebutuhan harian dengan rata-rata penyaluran yang aman.
Sementara Solar juga disebut tersedia dengan stok yang aman guna mendukung aktivitas masyarakat.
Selain itu, Pertamina menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Fuel Terminal (Depot) Sintang terpantau aman dengan ketahanan stok yang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang disampaikan Rudi Syahbudin, pengelola APMS CV Munaya Daimian yang beralamat di Desa Simba Raya, Kabupaten Sintang.
Rudi mengaku APMS yang dikelolanya mengalami kekosongan pasokan BBM sehingga aktivitas operasional menjadi tidak maksimal.
“Persediaan minyak di depot Pertamina Sintang lagi kosong.
Kami sudah melakukan pemesanan sejak awal bulan, tapi sampai sekarang Delivery Order (DO) belum juga keluar,” ujar Rudi saat dikonfirmasi terkait jarangnya aktivitas pengisian BBM di APMS tersebut.
Pernyataan Rudi menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat adanya perbedaan informasi antara keterangan resmi Pertamina dengan kondisi di lapangan.
Situasi ini memicu sorotan publik terhadap mekanisme distribusi BBM, khususnya penyaluran ke APMS yang berada di wilayah pedesaan.
Kecurigaan semakin menguat setelah terlihat adanya drum penampungan BBM di sekitar area APMS, yang memunculkan dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan maupun distribusi BBM.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi terkait hal tersebut.
Berdasarkan data kuota yang diketahui, APMS CV Munaya Daimian memiliki kuota Solar sebesar 85.000 kiloliter dan Pertalite sebesar 50 kiloliter.
Dengan kuota tersebut, ketersediaan BBM seharusnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat apabila distribusi berjalan sebagaimana mestinya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina belum memberikan klarifikasi lanjutan terkait pernyataan pengelola APMS Desa Simba Raya tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan konfirmasi kepada Pertamina maupun pihak terkait lainnya demi terpenuhinya prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
(A. Gusti Andi)




