"Fery selaku aktivis LSM KPK RI menolak dengan adanya pembangunan kopdes merah putih di dalam lingkungan sekolah SDN 003 Sibanawa karena akan menggangu aktivitas sekolah yang dia nilai bahwa pendidikan mulai di bungkam di desa saya dengan adanya pembangunan KOPDES tersebut karena lingkungan sekolah agak sempit.
" sedangkan sekarang saja, ruangan sekola hampir tidak memadai belum lagi ruangan laboratorium tidak ada dan ruangan lainnya.
Dalam hal ini Pery juga sudah bertanya pada pengurus kopdes tentang pembangunan ini namun menurutnya pengurus kopdes tidak tauh menau dalam hal ini, dan pihak sekolah hanya diam dan tidak memberikan komentarnya tentang adanya rencana bangunan gerai.
Senada di sampaikan masyarakat yang lainnya yang menghubungi wartawan Metronewstv lewat via WhatsApp, saya juga sebagai masyarakat sangat keberatan. Dengan mempertimbangkan lokasi sekolah Sibanawa sangat kecil dan masih banyak bangunan sekolah yang seharusnya ada seperti UKS, ruang OSIS, ruang lab dll..
Tapi kalau bangunan lain yang sudah di tempati, mau taro di mana lagi bangunan sekolah?
warga juga khawatir pembangunan tersebut akan menggangu aktivitas proses anak-anak sekolah dalam pembelajaran jikalau gerai kopdes sudah aktif, Kondisi itu memicu pertanyaan masyarakat di Desa Sibanawa karena dinilai pembangunan koperasi tidak mempertimbangkan kepentingan generasi penerus bangsa untuk menuntut ilmu.
Masyarakat Desa Sibanawa berharap ada langkah-langkah yang di ambil dari pemerintah kabupaten Mamasa melalui dinas pendidikan dan dinas koprasi dan UKM agar dapat meninjau kembali pembangunan gerai kopdes dan dapat menganulir keluhan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah Desa dan Pengurus Kopdes, wartawan Metronewstv berulangkali menghubungi lewat via WhatsApp ke pada kepala Desa Sibanawa tapi belum bisah tembus.
(Johar & Yavet)






















