Hal ini sudah menjadi sorotan orangtua murid sejak lama, bahkan Sekolah ini sekitar setahun lalu pernah didemo para orangtua murid dikarenakan Anak-anak tidak mendapatkan buku pelajaran, Kepala Sekolah sangat jarang masuk, bangku dan meja yang reot sangat tidak layak, dan ruangan bocor ketika turun hujan.
Salah satu Orangtua murid berinisial M yang anaknya 3 orang bersekolah di SDN 025 Kelompok Tani mengungkapkan sangat menyedihkan ketiga anaknya mengenyam pendidikan disekolah ini.
" Buku paket pelajaran gk ada dibawa pulang, bangku reot udah gitu ada yang 1meja 3 anak, kalau anak mau BAB harus pulanglah" ujar M.
Begitu juga keterangan Orangtua murid inisial I, anaknya bersekolah dikelas 5 dan 6 mengutarakan anaknya tidak tau belajar apa dirumah karena tidak ada buku paket dari Sekolah, bahkan sosok wajah Kepala Sekolah nyaris tidak dikenal anak-anak karena sangat jarang hadir disekolah.
"Buku Paket tidak ada, Anak-anak disuruh belajar dari HP, Kepala Sekolah seperti kurang perduli karena sangat jarang masuk" ujar I.
Terkait jarangnya Kepala Sekolah masuk, ini terbukti sudah 8 kali wartawan ini berkunjung ke Sekolah namun Tiurnida Simatupang tak pernah ada, dan para guru terkesan menghindar ketika dikonfirmasi.
Wartawan sudah mencoba menghubungi Kepala Sekolah Via Seluler namun tidak menjawab.
Harapan pembenahan Bidang Pendidikan di Rokan Hilir melalui Kadis Pendidikan yang baru tampaknya hanya isapan jempol semata.
Hal ini diungkapkan Rudi Hartono Manurung pemerhati Pendidikan Rokan Hilir.
"Harapan perubahan dan pembenahan dibidang pendidikan Rokan Hilir masih sebatas isapan jempol belaka, meski Kadis sudah yang baru" ujar Rudi.
Tim























