-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    Keberadaan Masjid, Sejatinya Tidak Hanya Untuk Tempat Ibadah Saja, Akan Tetapi Masjid Juga Berfungsi Sebagai Pusat Peradaban Islam

    Tuesday, January 20, 2026, 17:10 WIB Last Updated 2026-01-20T10:10:34Z

    PEMALANG - Keberadaan Masjid Al barokah yang berlokasi di dukuh Plondongan desa Losari Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, yang terintegrasi langsung dengan keberadaan Yayasan Barokah di lingkungan setempat, sudah mulai berbenah untuk kemajuan dalam memberikan pelayanan maksimal pada Jamaah. 


    "Tentu tidak berhenti sampai disini, kedepannya kita akan terus membuat kemajuan, baik dalam hal kegiatan ibadah ataupun kegiatan sosial kemasyarakatan", hal tersebut disampaikan H. Sutrisno pendiri yayasan Barokah sekaligus Wakif Masjid Albarokah, di kantor sekretariat Yayasan, Sabtu (17/1/2025).



    Semuanya butuh proses, agar seluruh Tim Yayasan Barokah dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Albarokah, bisa menyamakan persepsi dan merealisasikan Visi Besar untuk kemajuan Jamaah dan Umat Islam. 


    "Dan semua itu sudah kita upayakan dan kita laksanakan bersama, Karena kita semua harus memahami bahwa keberadaan Masjid, sejatinya tidak hanya untuk tempat ibadah saja, akan tetapi Masjid juga berfungsi sebagai pusat peradaban Islam multifungsi, seperti pusat pendidikan (kajian, madrasah), ekonomi (Baitul Mal, modal usaha UMKM), sosial (kegiatan kemasyarakatan, penyelesaian masalah), politik, dan kemanusiaan (bantuan, solidaritas), seperti yang dicontohkan pada masa Rasulullah SAW untuk membentuk peradaban yang kuat", ujar H. Sutrisno.



    Karena Masjid Albarokah terintegrasi dengan Yayasan Barokah, maka kegiatan kegiatan tersebut bisa kita aplikasikan bersama dengan terus berkolaborasi dan mengembangkan ragam kegiatan kegiatan keagamaan untuk kemajuan dan kwalitas Jamaah tanpa meninggalkan nilai nilai Sosial untuk masyarakat.



    Yayasan Albarokah tentu kedepannya benar benar akan membangun nilai nilai peradaban  dengan merealisasikan kegiatan Pembangunan untuk membentuk lingkungan yang berbasis Pondok Pesantren, dan siapapun bisa belajar disana, bahkan lansia sekalipun. 


    "Jadi konsep Pondok Pesantren Lansia juga menjadi penting, bagaimana para lansia yang selama hidupnya belum pernah menikmati dunia Pesantren dan ingin merasakan nuansa Pesantren di usia lanjutnya, maka Yayasan Barokah akan menyediakan dan mengakomodir keinginan itu", sambung H. Sutrisno. 



    Kita siapkan Pondoknya, fasilitasnya mulai dari Ustadz nya, Imam Sholatnya dan semua hal yang seperti berada di Pondok Pesantren sesungguhnya, agar di sisa usianya para Santri Pondok lanjut Usia diharapakan bisa menemukan suasana kebatinan yang damai selaras dengan ajaran Agama Islam.



    Selanjutnya Santri lansia bisa melaksanakan Sholat lima waktu di Masjid Masjid yang berbeda yang menjadi referensi rujukan dengan situasi dan kondisi yang representatif agar kesan religiusnya bisa melekat dalam hati Santri Lansia, dengan demikian maka menjalani Santri Lansia di Yayasan Barokah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan menambah nilai nilai Iman Islam pasca selesai menjadi Santri Lansia. 



    Itu sekelumit dan konsep visi besar Kegiatan Yayasan Barokah dalam berkolaborasi dengan DKM Albarokah yang akan kita realisasikan dalam waktu dekat ini, karena dari kegiatan sekarang yang sudah berjalan pun juga tidak lepas dari nilai nilai ibadah untuk meningkatkan Iman Islam dan Sosial kemasyarakatan. 



    Semua jamaah IsyaAllah juga bisa merasakan, bagaimana kegiatan yang berjalan disaksikan dan melibatkan langsung jamaah, seperti "Kegiatan Sedekah Subuh Dengan Berbagi Beras, Kantin Jamaah Yang Buka Setiap Jumat, Kajian Ba'da Subuh Dan Ba'da Maghrib, Tahsin Qur'an Ba'da Maghrib, Ngopi Pagi Bareng Jamaah", semua kegiatan ini berjalan dan kita laksanakan bersama demi kemajuan dan Kemakmuran Masjid Al barokah, pungkas H. Sutrisno. 


    Sekilas tentang Sejarah berdirinya Musholla dan berubah Masjid Albarokah. 


    Sekilas berdirinya masjid Al'Barokah di desa Losari dukuh Plondongan Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, Semula tempat ibadah ini dibangun atas dasar do'a H. Sutrisno yang Allah kabulkan. 


    Berawal dari dialog antara anak (Sutrisno) dengan bapaknya (Alm. Djahuri), sewaktu pulang dari rantau sekitar tahun 1983.


    "Tanah kosong lokasi masjid sekarang tersebut, punya pengalaman sejarah masa kecilnya, tanah tersebut terkesan angker karena ada pohon mangga Kuweni yang sangat besar, pohon kelapa dan tanaman lainnya. Waktu itu listrik belum masuk ke desa Losari sehingga kalau malam hari sangat gelap menambah suasana yang menakutkan, ditambah banyak cerita bahwa dari pohon mangga besar itu ada yang melihat mahluk halus seperti kain (bengking/bengkung) sebutan orang tua dulu turun kebawah sampai ke tanah. 


    Masyarat menyebut "Belis Bengkung", itu menambah rasa takut karena angker, setiap malam masyarakat plondongan khususnya takut mau lewat dekat tanah tersebut. 


    Kemudian saya bertanya kalau di bangun jadi Musholla/Masjid, beliau berceritera masuk menjawab pertanyaan saya. 


    Jawabnya antara lain sbb ;

    1. Berhayal seandainya tanah itu milik saya akan saya bangun tempat Ibadah masjid atau musholla. 

    2. Bertanya ke'bapak, tanah itu sekarang milik siapa, bapak (Djahoeri) jawabnya, tanah itu sudah dimiliki orang lain, terjual oleh keluarga Mbah(Kakek) Waryadi penerima waris. 

    3. Saya menyampaikan ke'bapak, kalau orang itu mau jual, bapak kasih tau kesaya biar kita beli, kata bapak rasanya gak mungkin karena dibeli belum lama (pesimis). 

    Tetapi saya yakin, satu saat tanah tersebut bisa kita beli, dalam hati saya akan memohon kepada gusti Allah Swt, melalui do'a. 

    Sepulang dari kampung saya berdo'a setiap habis sholat, do'anya sederhana, dan saya sampaikan isi do'a saya. 


    Yang kami kutib antara lain sebagai berikut :


    Ya Allah, hamba tau tanah yang telah dijual dari warisan mbah Waryadi telah terjual, Hamba bermohon, dapat kiranya tanah tersebut dijual kembali, dan kami dapat membelinya, Kalau nanti terbeli akan saya bangun tempat ibadah, agar keluarga kami tidak jauh untuk melaksanakan sholat berjemaah, Tempat tersebut dapat dijadikan tempat untuk menyatukan keluarga kami agar saling tegur sapa, dan sayang menyayangi. 


    Alhamdulillah Allah mendengar do'a yang saya panjatkan. Tidak terlalu lama saya dikabari bahwa betul tanah tersebut akan dijual, langsung saya sampaikan ke'bapak. 

    "Bapak tanyakan langsung kepemilik berapa mau jual, beberapa hari kemudian bapak menghubungi dan saya sampaikan, bapak pastikan tanah itu kita beli sekalipun saat itu belum cukup uang sebanyak yang ditawarkan". 



    Tidak lama berselang Kasih panjer (Pembayaran DP) dan minta waktu paling lama 2 (dua) bulan kita lunasi. 

    "Allah Maha Kuasa, sesuai janji dapat dilunasi".



    Beberapa tahun kemudian kami pulang, terus mau jalan jalan ke Bali membawa mobil bersama keluarga, spontan Allah ingatkan janji saya. Besoknya sebelum berangkat ke Bali kami berkumpul. (Saya, Bapak Saya, Pak'lek Saya dan Narto (tukang baru dari teman kecil saya). 

    Kami bersama sama mengukur merencanakan pembangunan Musholla, saya gambarkan sket denah mushola. dan berpesan kepada Bapak tidak boleh Terima bantuan/sumbangan dalam bentuk apapun sebelum Musholla ini jadi.


    Tetapi nanti setelah jadi sudah dimanfaatkan untuk sholat berjemaah, dan akan dikembangkan jadi Masjid silahkan kalau ada yang mau menyumbang, (itulah pesan yang saya sampaikan saat proses pembangunan Musholla berjalan. 



    Tidak lama berselang pada tahun 1987 Mushola Al'Barokah siap untuk di pakai, dan kesempatan pada waktu itu, pak Bupati Pemalang berkenan meresmikan Mushola tersebut. 

    Satu-satunya tempat ibadah dipinggir jalan utama Losari - Ampelgading hanya satu Mushola Al"Barokah.




    Seiring perjalannya waktu, Mushola dikembangkan menjadi masjid, dan Sebelum istri Saya (ibu dari anak-anak meninggal Hj. Linda Anggraini), dibuatlah Yayasan bernama Barokah, pendirinya kami. Pengurusnya anak-anak (Lisa Kartika Dewi, Okta wirawan dan Fajar Adhi Putra). Maksud dan tujuan yayasan mengelola tanah disekitar masjid yang kita miliki. 



    Berkolaborasi bersama Pengurus masjid untuk memakmurkan masjid, karena masjid tidak hanya untuk Ibadah atau sholat saja, tetapi untuk kemakmuran dan bermanfaat menjadi sarana memakmurkan masyarakat sekitarnya dari berbagai hal. 



    Pendiri Yayasan H. Sutrisno menyerahkan sepenuhnya kepada Yayasan, agar dapat kiranya secara bertahap membuat masjid Al'Barokah punya andil membangun Peradaban umat Islam di Losari khususnya dan bisa dijadikan percontohan dari Masjid-masjid diluar desa Losari.


    (Eko B Art).

    Komentar

    Tampilkan