-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    Pembelajaran Mendalam : Prinsip-Prinsip Pembelajaran Oleh : Dr. M. Asholahudin, M. Pd (Kepala SMPN 5 Cilegon, Plt SMPN Satu Atap Cilegon, Dan Dosen Universitas Al- Khairiyah)

    Saturday, January 17, 2026, 08:55 WIB Last Updated 2026-01-17T01:55:45Z

    CILEGON, - Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan kehidupan yang terus berkembang. Dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, dunia pendidikan dituntut untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya menguasai pengetahuan , tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif. Pendidikan adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi individu, sehingga mereka dapat menjadi warga negara yang baik dan berkontribusi pada masyarakat, meningkatkan kualitas hidup individu dan Masyarakat dan dapat bersaing di dunia global. 


    Namun di sisi lain, terdapat kesenjangan pendidikan yang signifikan antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda. Kesenjangan dunia pendidikan adalah suatu fenomena di mana terdapat perbedaan yang signifikan dalam akses, kualitas, dan hasil pendidikan antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda. Kesenjangan ini dapat terjadi antara negara maju dan berkembang, antara kota dan desa, antara kelompok ekonomi tinggi dan rendah, serta kelompok yang lainnya. Kesenjangan pendidikan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya sumber daya, infrastruktur yang tidak memadai, dan kurangnya akses ke teknologi. Dampak kesenjangan pendidikan sangat signifikan terhadap individu, masyarakat dan negara. Individu yang tidak memiliki akses ke pendidikan yang baik cenderung memiliki kesempatan lebih rendah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan meningkatkan kualitas hidup. Masyarakat yang memiliki kesenjangan pendidikan besar cenderung memiliki kesenjangan ekonomi dan sosial yang juga besar. Oleh karena itu, mengatasi kesenjangan pendidikan adalah suatu tantangan yang harus dihadapi oleh semua negara dan masyarakat. 


    Kesenjangan pendidikan dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti akses ke pendidikan, kualitas pendidikan, dan hasil pendidikan. Banyak anak-anak di negara berkembang tidak memiliki akses pendidikan dasar, sedangkan di negara maju, pendidikan dasar sudah menjadi hak bagi semua anak. Selain itu, kualitas pendidikan juga berbeda-beda dengan sekolah yang berada di kota dan sekolah yang di desa. Oleh karena itu, perlu adanya Upaya untuk mengatasi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi semua.

     

    Dalam upaya mengatasi kesenjangan pendidikan, maka muncul pendekatan pembelajaran mendalam sebagai suatu solusi yang efektif. Pembelajaran mendalam adalah suatu strategi pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Pembelajaran mendalam melibatkan siswa dalam proses pembelajaran yang aktif, ineraktif, dan kolaboratif. Sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, membuat keputusan, dan berpikir reflektif. Pembelajaran mendalam dapat membantu mengatasi kesenjangan pendidikan dengan cara meningkatkan akses ke pendidikan yang berkualitas, meningkatkan kualitas pendidikan, dan meningkatkan hasil pendidikan. Pembelajaran mendalam juga dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif sehingga siswa dapat bersaing di era globalisasi. 


    Dalam pendekatan pembelajaran mendalam, ada 3 (tiga) prinsip-prinsip pembelajaran, yaitu berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Yang pertama adalah berkesadaran, yaitu suatu prinsip pembelajaran yang berfokus pada kemampuan siswa untuk menjadi sadar akan proses pembelajaran mereka sendiri. Berkesadaran melibatkan siswa dalam proses refleksi dan evaluasi terhadap pembelajaran mereka, sehingga mereka dapat mengidentifikasi apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat meningkatkan pembelajaran mereka. 


    Beberapa contoh kegiatan berkesadaran di dalam proses pembelajaran diantaranya : guru meminta siswa untuk merefleksikan proses pembelajaran mereka sendiri dan mengidentifikasi apa yang mereka pelajari, siswa dapat menulis jurnal refleksi atau berdiskusi dengan teman-teman mereka tentang apa yang mereka pelajari, guru meminta siswa membuat rencana pembelajaran sendiri dan tujuan pembelajaran mereka, berkesadaran juga melibatkan siswa dalam proses pengaturan diri sendiri, serta guru meminta siswa untuk mengevaluasi diri sendiri dan mengidentifikasi apa yang mereka lakukan dengan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Berkesadaran dalam rencana pelaksanaan pembelajaran mendalam biasanya terletak pada bagian refleksi atau evaluasi. Ini adalah bagian di mana siswa merefleksikan proses pembelajaran mereka sendiri, mengidentifikasi apa yang mereka pelajari, apa yang mereka lakukan dengan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. 


    Yang kedua adalah bermakna, suatu prinsip pembelajaran yang berfokus pada kemampuan siswa untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa dapat melihat relevansi dan kegunaan materi pembelajaran dalam konteks yang lebih luas. Pembelajaran bermakna memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep yang lebih dalam dan mengingat informasi lebih lama. Beberapa contoh pembelajaran bermakna adalah guru meminta siswa untuk membuat proyek yang relevan dengan materi pembelajaran, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memicu siswa untuk berpikir tentang relevansi materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, guru meminta siswa untuk membuat simulasi yang relevan dengan materi pembelajaran, guru menggunakan cerita yang relevan dengan materi pembelajaran, dan guru meminta siswa untuk membuat peta konsep yang relevan dengan materi pembelajaran. Prinsip pembelajaran bermakna biasanya ada dalam kegiatan pembelajaran atau langkah-langkah pembelajaran, ini adalah bagian di mana guru menjelaskan bagaimana materi pembelajaran akan disampaikan kepada siswa dan bagaimana siswa terlibat dalam proses pembelajaran. 


    Yang ketiga adalah menggembirakan, adalah suatu prinsip pembelajaran yang berfokus pada menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. Dalam pembelajaran mendalam, prinsip ini sangat penting karena dapat membantu siswa untuk lebih fokus dan terlibat dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang menggembirakan juga dapat membantu siswa untuk mengembangkan motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri. Ketika siswa merasa bahwa pembelajaran itu menyenangkan, mereka akan lebih cenderung untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Beberapa contoh menggembirakan dalam proses pembelajaran yaitu : ice breaking, bernyanyi, game, membuat cerita, membuat presentasi, simulasi dan membuat video. Prinsip menggembirakan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran biasanya ada di langkah-langkah pembelajaran. Dalam hal ini, guru dapat memasukkan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan menarik dalam proses pembelajaran di dalam kelas. 


    Prinsip pembelajaran mendalam berkesadaran, bermakna dan menggembirakan adalah suatu pendekatan pembelajaran yang berfokus pada menciptakan proses pembelajaran yang holistik dan efektif. Pembelajaran berkesadaran menekankan pada pentingnya berkesadaran diri dan kesadaran lingkungan dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memahami diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar dengan baik. Pembelajaran bermakna menekankan pentingnya pada pentingnya membuat materi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat melihat nilai dan manfaat dari apa yang mereka pelajari. Pembelajaran menggembirakan menekankan pada pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik, sehingga siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar. 


    Dengan mengintegrasikan ketiga prinsip itu, maka guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa. Siswa akan lebih terlibat, termotivasi, dan memiliki kesadaran diri yang lebih baik, sehingga siswa dapat mencapai potensi mereka secara maksimal.

    Komentar

    Tampilkan