Hal tersebut disampaikan oleh Bupati John Kenedy Azis saat memimpin gotong royong dalam rangka persiapan lokasi pacuan kuda di Balah Aie Utara, pada sabtu 14/2/2026. Ia menegaskan bahwa berbagai tahapan persiapan telah mulai dilakukan secara bertahap agar pelaksanaan Event berjalan dengan lancar dan meriah,"ungkapnya
Menurutnya, Pacu Kudo bukan sekadar ajang Olahraga Tradisional, tetapi juga momentum Pelestarian Budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Tradisi pacuan kuda tersebut dinilai memiliki nilai Historis dan Sosial yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman,"tambahnya
“Pacu Kudo bukan hanya Olahraga Tradisional, tetapi juga identitas Budaya kita. melalui Event ini, kita ingin menghadirkan kebersamaan, menjaga Tradisi, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya
Sebelum puncak pacuan kuda, rangkaian kegiatan akan diawali oleh Alek Nagari selama empat hari, dari tanggal 24–27 Maret 2026. serta berbagai macam Kesenian Tradisional Minangkabau akan ditampilkan, seperti Indang, Silek, Hulu Ambek, Gandang Tasa, serta pertunjukan Budaya lainnya sebagai bentuk pelestarian Adat dan Tradisi lokal.
Bupati juga mengajak masyarakat luas, baik di Ranah maupun di Perantauan, untuk ikut hadir dan meramaikan seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kebanggaan bersama.
“Kami mengundang seluruh masyarakat, Urang Awak di Kampung maupun yang di Rantau, mari pulang basamo pulang ke kampung untuk ramaikan Pacu Kudo 2026. mari kita jadikan Event ini untuk hiburan rakyat sekaligus kebanggaan Budaya Kabupaten Padang Pariaman,” tambahnya.
Sejumlah persiapan teknis telah dilakukan, mulai dari pembentukan panitia, koordinasi dengan sponsor, hingga gotong royong pembersihan gelanggang yang diikuti perangkat daerah dan ASN. sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan juga terus digencarkan guna memastikan pelaksanaan event berjalan tertib dan sukses.
Pemerintah Daerah optimistis Pacu Kudo 2026 kembali menjadi daya tarik para Wisata bahkan Wisatawan Budaya, memperkuat identitas Tradisi Daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman,"tutupnya
(Jamal)





