Dalam apel tersebut Bupati Anom juga menyerahkan sejumlah penghargaan yaitu penghargaan Indeks Profesional ASN terbaik kategori Perangkat Daerah yaitu BKPSDM, Dinsos KBPP dan Kecamatan Ampelgading, kemudian kategori Pelayanan Kesehatan yaitu Puskesmas Rowosari, Puskesmas Paduraksa dan Puskesmas Pulosari.
Selanjutnya penghargaan diserahkan kepada Forum Genre Kabupaten Pemalang sebagai Forum Genre Terbaik Tingkat 1 Provinsi Jawa Tengah dan Predikat Penampilan Terbaik pada Karnaval dan Kirab Hari Jadi Kabupaten Pemalang Ke 451 yaitu Kecamatan Warungpring, Kecamatan Belik dan Kecamatan Taman.
Dalam hal ini, Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak bencana alam khususnya banjir yaitu dengan membuat sumur resapan disemua kantor yang ada di lingkungan Pemkab Pemalang termasuk di Kecamatan dan Puskesmas. Imbauan tersebut disampaikan Anom Widiyantoro saat memimpin apel pagi bersama yang diikuti para ASN, di Lapangan Tennis Indoor Setda Kabupaten Pemalang, Senin (9/2/2026).
“Insyaallah saya bersama Wakil Bupati dan Kepala DLH akan sama-sama meninjau pelaksanaan dari pembuatan sumur resapan yang dilakukan oleh semua kantor yang ada di jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang,” ucapnya.
Menurut Bupati, minimal ada lima sumur resapan yang diharapkan menjadi inisiasi untuk menyikapi kebencanaan. Sumur resapan tersebut akan sangat berfungsi, baik pada saat kemarau dan musim hujan. Anom berharap, sumur-sumur resapan bisa diperbanyak dan bisa segera terlaksana sebelum bulan puasa.
“Mudah-mudahan ini menjadi atensi kita dalam berkegiatan Rhapsodi khususnya Resik, Hijau dan Apik dimana RHA ini sudah kita laksanakan dan insyaallah Pak Asisten 1 mengawal dengan konsisten,” harapnya.
Kepada para peserta apel Bupati berharap, mereka bisa membuat lubang biopori di lingkungan rumahnya sebagai bagian dari alternatif untuk mereduksi kebencanaan, terutama banjir.
“Ini bukan kita sendiri yang mengalami tapi kita semua yang mengalami, jadi kita semua sendiri juga yang harus peduli untuk bisa mengantisipasi kebencanaan dan menyikapinya dengan bijak,” pesan Anom.
Selanjutnya Bupati kembali berharap, "Sumur resapan ataupun lubang biopori ini nantinya bisa menjadi alternatif agar Pemalang kedepan tidak banjir, kemudian bisa diikuti oleh gerakan semua masyarakat dan ormas di lingkungannya masing-masing sehingga secara nasional Kabupaten Pemalang kedepan bisa mengatasi dengan baik potensi-potensi kebencanaan terutama banjir", pungkasnya.
(Eko B Art).





