Dalam pesan yang viral tersebut disebutkan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan memposting menu MBG, terutama jika berpotensi menyinggung atau mencemarkan nama baik SPPG yang selama ini melayani wilayah setempat.
Dalam pesan tersebut juga disampaikan bahwa apabila terdapat postingan masyarakat mengenai menu MBG tanpa koordinasi dengan pihak SPPG setempat, maka hal tersebut bukan lagi menjadi tanggung jawab pihak MBG.
Informasi ini disebut berasal dari wilayah Desa kira, kecamatan Rantim Kabupaten Mamasa, dan telah menimbulkan berbagai polemik di masyarakat menanggapi hal itu, jurnalis metronewstv yang tergabung dalam organisasi Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) DPW Mamasa melakukan konfirmasi langsung melalui sambungan via WhatsApp kepada Satgas Kabupaten Mamasa.
*"Kami sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu kepada seluruh pengelola MBG maupun SPPG di Kabupaten Mamasa."* ungkapnya saat dikonfirmasi.
Ia juga meminta bantuan kepada pihak jurnalis untuk menelusuri sumber informasi tersebut.
*"Saya juga meminta bantuan kepada rekan-rekan IJS untuk membantu mencari tahu siapa pihak dari MBG atau SPPG yang menyebarkan himbauan itu kepada masyarakat, khususnya di wilayah Desa kira, Kabupaten Mamasa."* tambahnya.
Dalam klarifikasinya, Satgas Kabupaten Mamasa menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau himbauan resmi seperti yang beredar di media sosial tersebut kepada pengelola MBG maupun SPPG di Kabupaten Mamasa.
Pihak SPPG di Kecamatan Mehalaan yang melayani suplay MBG di Desa kira kaget dengan adanya penyampaian yang kini menjadi polemik yang di sampaikan oleh Suderis terkait himbauan dari satgas Kabupaten Mamasa, yang notabenenya tidak perna ada.
Sampai berita ini di turunkan belum ada klarifikasi resmi dari seorang pejabat publik kepala Desa kira, dan pihak SPPG mengharapkan masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya serta tetap menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.
(JOHAR BK)





