Namun hingga saat ini, pembangunan menara baru mencapai empat lantai. Tiga lantai sisanya belum dapat dilanjutkan akibat keterbatasan anggaran, sehingga target penyelesaian menjelang Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026 belum dapat tercapai.
Salah satu pengurus DKM Masjid Al-Khairot, Ridwan, menjelaskan bahwa pembangunan sementara dihentikan karena kekurangan dana.“Untuk sementara pembangunan menara terhenti karena keterbatasan biaya. Saat ini baru mencapai empat lantai, padahal sebelumnya ditargetkan tujuh lantai agar bisa digunakan untuk pengamatan hilal pada Ramadhan tahun ini,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Ia menjelaskan, menara dibangun secara bertahap dengan desain struktur yang semakin mengecil ke atas. Lantai satu dan dua memiliki lebar sekitar 5 meter dengan estimasi biaya sekitar Rp40 juta per lantai. Sementara lantai tiga dan empat memiliki lebar sekitar 4 meter dengan estimasi biaya sekitar Rp35 juta per lantai.
Adapun lantai lima dan enam direncanakan memiliki lebar sekitar 3 meter dengan estimasi biaya sekitar Rp30 juta per lantai, sedangkan lantai ketujuh akan menjadi bagian kubah dengan diameter sekitar 2,5 meter. Nantinya, pengamatan hilal direncanakan dapat dilakukan dari lantai enam yang memiliki luas sekitar 3x3 meter.
“Untuk melihat hilal itu nantinya bisa dilakukan di lantai enam,” tambah Ridwan.
Pembangunan menara tersebut hingga kini masih mengandalkan swadaya masyarakat dan para donatur. Sebelumnya, bantuan dari Kementerian Agama sebesar Rp15 juta pada tahun 2025 telah digunakan untuk mendukung proses pembangunan, meskipun masih jauh dari total kebutuhan anggaran.
Ridwan juga mengungkapkan bahwa pihak DKM selama ini telah berupaya mengajukan proposal dan permohonan bantuan ke berbagai pihak, di antaranya kepada pemerintah daerah melalui bagian kesejahteraan rakyat (Kesra), Wali Kota Cilegon secara langsung, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon, serta sejumlah perusahaan dan industri di sekitar wilayah Cilegon.
“Berbagai upaya sudah kami lakukan, termasuk mengajukan proposal ke pemerintah daerah, Baznas, hingga industri sekitar. Namun hingga saat ini proposal tidak membuahkan hasil,” jelasnya.
Seiring dengan hal tersebut, pengurus DKM Masjid Al-Khairot berharap adanya dukungan lebih luas dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah, kalangan industri dan para dermawan lain nya, agar pembangunan dapat segera dilanjutkan hingga selesai.
“Kami berharap ada partisipasi dari masyarakat luas dan juga pihak pemerintah dan industri agar menara ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat, sekaligus menjadi amal jariyah bagi para donatur,” kata Ridwan.
Menara Masjid Al-Khairot ini diharapkan menjadi salah satu fasilitas keagamaan yang bermanfaat luas bagi masyarakat Kota Cilegon. Selain sebagai sarana ibadah, menara ini juga direncanakan menjadi lokasi pengamatan hilal, yang hingga kini masih jarang ditemui di wilayah tersebut.
Adapun susunan pengurus DKM Masjid Al-Khairot terdiri dari Ketua Hj Jubaedi Ahyani, Sekretaris Mulyadi, Bendahara Ade Irawan, Humas Iskandar dan Rebuin, Seksi Usaha 1 Ridwan, dan Seksi Usaha 2 Hujaeni.
Pengurus DKM pun membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para donatur yang ingin berkontribusi dalam pembangunan menara.
Dengan semangat kebersamaan, pembangunan menara ini diharapkan dapat segera rampung dan menjadi kebanggaan sekaligus sarana kemaslahatan bagi masyarakat Kota Cilegon.
Donasi bisa langsung ke Rekening Bank BSI No. 7308687117 A/N. Masjid Al Khairot dan untuk informasi lebih lanjut di nomer Kontak Ridwan (0817 6550 773), Ade Irawan ( 0878 7117 7712).
(Vie)






.jpg)



