Dalam unggahan video tersebut, disebutkan bahwa salah satu dari rumah milik warga yang bernama "Karmaini" yang sudah lansia tersebut tidak pernah sekalipun tersentuh yang namanya bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni "RTLH" sejak tahun 2010, sementara rumah-rumah lain di sekitarnya disebut telah mendapatkan bantuan,"jelas anak pemilik rumah yang enggan untuk disebutkan identitasnya
Menanggapi hal tersebut, Jurnalistik Metronewstv.co.id mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Pemerintah Nagari setempat untuk mendapatkan keberimbangan informasi.
*Respons Wali Korong yang Sempat Emosional*
Walikorong Kampung Tangah Bukit Jumbalangan, inisial "R" saat dihubungi melalui sambungan telepon, sempat bereaksi dengan emosional serta bernada keras kepada awak media Jurnalistik Metronewstv.co.id ini. Ia membantah dengan keras bahwa video narasi yang dipostingan tersebut tidak benar dan beliau mengatakan hoax serta mengklaim bahwa data di kantor Nagari menunjukkan hal yang berbeda dengan postingan video tersebut,"jelasnya
Dengan kepala dingin Jurnalistik Metronewstv.co.id memberikan masukan kepada Walikorong untuk mempelajari dulu isi dari konten video yang viral tersebut untuk segera menindaklanjuti dan mencari tahu duduk perkara sebenarnya dengan pihak pengunggah video tersebut secara kekeluargaan agar tidak ada perselisihan antar pejabat Nagari dengan masyarakat,"jelas jurnalistik
*Penjelasan Sekretaris Nagari: Terkendala Administrasi*
Tapi saat Jurnalistik Metronewstv.co.id melakukan konfirmasi melalui telepon selulernya dengan Sekretaris Nagari jauh berbeda dengan penjelasan Walikorongnya, pihak Pemerintah Nagari Sikucua Tangah memberikan penjelasan yang lebih teknis. Pihaknya membantah jika disebut abai terhadap kondisi rumah ibu "Karmaini" yang sudah masuk katagori lansia.
"Kami dari pihak Nagari sebenarnya sudah sering mengusulkan. Data sudah masuk ke Dinas Sosial, namun hingga kini realisasinya memang belum ada,"Sekretaris Nagari.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa salah satu hambatan utama dalam pengajuan bantuan bedah rumah tersebut adalah masalah "SERTIFIKAT TANAH,"ucapnya
"Ia juga menambahkan kami sedang mengupayakan lewat Baznas. karena beberapa rumah lain sudah berhasil melalui jalur Baznas, sementara untuk rumah ini (Ibu Karmaini) masih dalam proses. kami tidak anti kritik, tapi tolong dipahami bahwa kami sudah berupaya," tambahnya.
*Upaya Mediasi dan Kontrol Sosial*
Jurnalis sekaligus Kaperwil Metronewstv.co.id menekankan bahwa konfirmasi ini ia lakukan sebagai fungsi kontrol sosial agar tidak terjadi bola liar atau Hoaks di tengah masyarakat. Ia menyarankan agar pihak Nagari segera melakukan komunikasi persuasif dengan warga yang mengunggah postingan tersebut.
(Jamal)


.jpg)


.jpg)



