Peristiwa tersebut diduga melibatkan LP, yang menurut informasi merupakan salah seorang Kepala desa aktif di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Insiden bermula ketika LP, warga Tarutung, diduga memergoki istrinya JS sedang bersama seorang pria berinisial IS di wilayah Kecamatan Siborongborong.
Menurut keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian, situasi sempat memanas ketika LP yang diduga tersulut emosi terlibat cekcok dengan IS. Keributan tersebut kemudian berujung perkelahian hingga menyebabkan IS mengalami memar di bagian wajah.
Dari informasi yang dihimpun awak media, IS diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di BKSDM Kabupaten Tapanuli Utara. Sementara itu, JS yang disebut-sebut masih berstatus sebagai istri sah si Oknum Kades juga dikabarkan bekerja di lingkungan pemerintahan yang sama.
Kedekatan antara JS dan IS inilah yang disebut-sebut memicu kecurigaan LP hingga berujung keributan. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait hubungan keduanya.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan di tengah masyarakat. Pasalnya, jika dugaan kedekatan tidak wajar tersebut benar adanya, maka hal itu dinilai dapat mencoreng citra Aparatur Sipil Negara yang seharusnya menjunjung tinggi etika, moral, serta menjaga sikap profesional di tengah masyarakat.
Di sisi lain, dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh LP sebagai seorang kepala desa juga dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin desa yang seharusnya mampu menahan diri dan menyelesaikan persoalan secara bijak.
Saat dikonfirmasi awak media Buser News melalui pesan WhatsApp terkait peristiwa tersebut, baik LP menjelaskan kalau kejadian tersebut berawal kecurigaanya terhadap istrinya , setelah di ikuti ternyata benar istrinya jalan bersama lelaki .
Saya menunggu lebih kurang satu jam , setelak mereka keluar dari rumah tersebut , saya akui saya marah marah kepada istri saya dan mengutuk laji laki temanya , tapi bukan merasa bersalah justru dianya lebih dulu mengayunkan tangan pada saya , ujar LP.
Hak terpisah IS juga dihubungi media buser guna klaripikasi namun belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Sementara itu, salah seorang pihak Kepolisian membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan yang masuk dari IS. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam proses penanganan.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait, termasuk BKSDM Kabupaten Tapanuli Utara, guna memperoleh keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan ASN dalam peristiwa yang menjadi perbincangan masyarakat tersebut.
(Edys Lumbantoruan





