Musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis (19/3/2026) itu menghanguskan rumah milik Arifuddin (50) dan T. Reka Irnanda (32), meninggalkan duka mendalam serta kehilangan harta benda bagi kedua keluarga tersebut. Dalam situasi penuh keterbatasan, kehadiran PMI menjadi setitik cahaya harapan di tengah kegelapan.
Turut mendampingi dalam penyerahan bantuan, Ns. Sri Selisna Devi, S.Kep—pengurus PMI Provinsi Aceh bidang kesehatan sekaligus istri Ketua PMI Bireuen—serta Ketua PMI Ranting Samalanga, Faisal Rizal. Bantuan diserahkan langsung kepada korban sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan.
“Kehadiran kami hari ini bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin bapak Arifuddin dan bapak Reka memahami bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini. Di balik musibah, selalu ada tangan-tangan yang siap menguatkan,” ujar Edi Obama dengan penuh haru.
Ia menegaskan bahwa PMI akan senantiasa hadir di setiap fase bencana, mulai dari tanggap darurat hingga masa pemulihan. Menurutnya, sinergi antara pengurus PMI di berbagai tingkatan, pemerintah, serta tokoh masyarakat merupakan kunci utama dalam mempercepat respons kemanusiaan.
“Bantuan ini mungkin tidak mampu menggantikan apa yang telah hilang, namun kami berharap dapat meringankan beban di masa sulit ini. Setiap musibah adalah ujian, dan di balik setiap ujian, selalu tersimpan hikmah serta peluang untuk bangkit menjadi lebih kuat,” tambahnya.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, family kit, perlengkapan dapur, serta bantal dan selimut guna mendukung kebutuhan dasar para korban dalam masa pemulihan awal.
Masyarakat setempat dan keluarga korban pun menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Kehadiran langsung Ketua PMI Bireuen beserta rombongan dinilai bukan hanya sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai suntikan semangat dan harapan.
Di tengah ujian hidup, kepedulian adalah bahasa yang paling tulus. Sebab sejatinya, kemanusiaan tidak diukur dari seberapa besar yang kita beri, melainkan dari keikhlasan hati dalam berbagi. Dari Samalanga, kita belajar bahwa solidaritas adalah kekuatan yang mampu menguatkan luka dan menyalakan kembali harapan.
( Hendra)





.jpg)



