-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Sewa Dipaksakan di Tengah Fasilitas Minim, Pedagang Pasar Kering Ancam Tutup Total Usaha

    Tuesday, March 24, 2026, 13:30 WIB Last Updated 2026-03-24T08:26:40Z

    BIREUEN - Kebijakan penarikan sewa di Pasar Kering Desa Meunasah Capa, Dusun Blok M, mulai menuai sorotan tajam dari para pedagang. Di tengah berbagai kekurangan fasilitas dasar, langkah Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) menetapkan tarif sewa dinilai terlalu dini dan berpotensi mematikan aktivitas ekonomi yang belum stabil.


    Pasar yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah itu hingga kini masih menghadapi persoalan mendasar, seperti belum tersedianya fasilitas BMCK, jaringan air bersih, serta sarana penunjang lain yang seharusnya menjadi prioritas utama bagi kenyamanan pedagang dan pembeli. Kondisi ini membuat banyak kios masih tertutup dan aktivitas jual beli belum berkembang secara optimal.


    Penetapan harga sewa di tengah kondisi tersebut dinilai tidak realistis. Para pedagang menilai, kebijakan ini justru berisiko memperburuk keadaan. Jika tetap dipaksakan, mereka mengancam akan menutup seluruh usaha, yang pada akhirnya dapat membuat pasar kembali sepi dan rawan terbengkalai.


    Syamsuddin, salah seorang pedagang di Pasar Kering Blok M, mengungkapkan bahwa selama ini mereka tetap bertahan bukan semata mencari keuntungan, melainkan untuk menjaga agar pasar tidak mati dan menjadi sia-sia. Ia menyayangkan jika fasilitas yang telah dibangun dengan dana besar tidak dimanfaatkan secara maksimal.


    “Keberadaan kami di sini juga untuk menjaga agar pasar tetap hidup. Sayang sekali kalau sudah dibangun dengan anggaran besar, tapi tidak dimanfaatkan,” ujarnya.


    Ia berharap pemerintah tidak terburu-buru dalam menetapkan dan menarik sewa. Menurutnya, yang lebih mendesak saat ini adalah pemenuhan sarana dan prasarana yang layak agar aktivitas perdagangan bisa berjalan normal.


    Para pedagang juga menilai bahwa retribusi seharusnya diberlakukan ketika kondisi pasar sudah benar-benar siap: akses jalan memadai, fasilitas lengkap, serta adanya dukungan nyata dari pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi. Di sisi lain, pedagang yang telah mendapatkan kios diharapkan dapat memaksimalkan penggunaannya. Jika tidak, kesempatan tersebut sebaiknya diberikan kepada pihak yang benar-benar serius ingin berdagang.


    Situasi ini menjadi ujian bagi kebijakan publik: apakah akan mengedepankan pemasukan jangka pendek, atau membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Sebab, pasar bukan sekadar bangunan, melainkan denyut kehidupan masyarakat kecil yang menggantungkan harapan di dalamnya.


    Jika kebijakan tidak berpihak pada kondisi riil di lapangan, bukan tidak mungkin ancaman para pedagang menjadi kenyataan Pasar Kering Blok M kembali sunyi, dan investasi besar yang telah digelontorkan berubah menjadi beban tanpa manfaat.


    “Dengarkan yang di bawah, sebelum keputusan dari atas menjatuhkan semuanya.”

    “Ekonomi rakyat tidak butuh tekanan, tapi dukungan yang nyata.”

    “Memaksa sebelum siap, hanya akan melahirkan kegagalan yang bisa dicegah. 


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan