Program ini dirancang agar para pemohon yang memiliki kesibukan atau orang yang sudah lanjut usia tidak perlu mengantri lama atau kembali lagi ke kantor Satpas hanya untuk mengambil kartu SIM yang sudah jadi.
Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Rony Hidayat, S.H., M.H menegaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan memprioritaskan rasa empati.
"Kami ingin memastikan semua lapisan masyarakat terlayani dengan baik. Unit SIM Polres Pekalongan berikan program SIM Delivery bagi pemohon yang sibuk dan lansia," ujarnya saat memberikan keterangan, Rabu (4/2/2026).
Mekanismenya cukup sederhana. Setelah pemohon melakukan proses identifikasi, verifikasi, hingga ujian di kantor Satpas, mereka diperbolehkan langsung pulang. Petugas kemudian akan mengantarkan kartu SIM tersebut sesuai alamat domisili.
"Jadi, para orang tua kita (lansia) dan saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus cukup fokus pada proses ujian saja. Sisanya, biar kami yang bekerja mengantarkan sampai ke pintu rumah," tambahnya.
Layanan SIM Delivery ini dipastikan gratis alias tidak dipungut biaya tambahan. Selain mempermudah mobilitas, inovasi ini diharapkan dapat menghapus celah pungli dan memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat di wilayah Pekalongan.
"Ini adalah wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami terus berupaya memangkas jarak antara petugas dan warga melalui pelayanan yang humanis," pungkas Kasat Lantas.
(Riki)





