-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Air Mata Haru Iringi Peusijuek Dua Kepala Sekolah Menuju Tanah Suci, Doa Mengalir untuk Haji Mabrur

    Thursday, April 30, 2026, 10:49 WIB Last Updated 2026-04-30T03:49:33Z

    BIREUEN - Suasana penuh haru dan kekhidmatan menyelimuti Mushalla SMAN 1 Bireuen, 30 April 2026 saat Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA sederajat menggelar prosesi peusijuek bagi dua kepala sekolah yang akan menunaikan ibadah haji.


    Dua sosok pendidik yang mendapat kehormatan tersebut adalah Kepala SMA Negeri 1 Peusangan, Jumiati, serta Kepala SMA Negeri 2 Peusangan, Hasballah, S.Pd., M.Pd. Prosesi peusijuek dipimpin oleh Tgk. Mujidar, Kepala SMAS Thutiah Arongan, dan berlangsung dengan penuh khidmat, diiringi doa serta harapan tulus dari para hadirin.

    Dalam suasana yang sarat makna, salah satu calon jamaah haji menyampaikan ungkapan hati yang menyentuh. “Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati menuju kedekatan sejati dengan Allah SWT. Mohon doa agar kami diberi kekuatan dan kembali membawa keberkahan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.


    Ibadah haji sendiri merupakan puncak pengabdian seorang Muslim kepada Sang Pencipta. Di dalamnya terkandung nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, kesabaran, dan persatuan umat, yang terwujud dalam kebersamaan di Padang Arafah hingga di hadapan Ka’bah di Mekkah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 97, bahwa haji adalah kewajiban bagi mereka yang mampu menempuh perjalanan ke Baitullah.


    Lebih dari sekadar ritual, haji mengajarkan makna kehidupan yang mendalam: bahwa perjalanan sejati bukanlah tentang sejauh mana kaki melangkah, melainkan seberapa dekat hati berserah kepada-Nya. Sebab pada akhirnya, perjalanan terbaik adalah perjalanan yang mengantarkan manusia kembali pada fitrah dan keikhlasan.


    Momentum ini menjadi pengingat bahwa panggilan haji adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah besar. Tidak semua yang mampu akan dipanggil, dan tidak semua yang dipanggil benar-benar siap. Maka, mereka yang terpilih adalah tamu istimewa Allah SWT yang patut disyukuri dan didoakan.


    Kacabdin Abdul Hamid dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kedua jamaah haji senantiasa menjaga kesehatan, memperbanyak ibadah, serta menjalankan seluruh rangkaian haji dengan khusyuk dan sempurna. Ia juga berharap agar keduanya kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.


    Selain itu, ia mengungkapkan harapan agar di tahun-tahun mendatang semakin banyak kepala sekolah yang mendapat kesempatan serupa. Apresiasi juga disampaikan kepada MKKS dan seluruh tamu undangan yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut.


    Mengakhiri prosesi penuh makna ini, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap: semoga perjalanan suci ini menjadi langkah keberkahan, tidak hanya bagi pribadi yang menunaikan, tetapi juga bagi keluarga, lingkungan, serta dunia pendidikan yang telah mereka abdikan.


    “Sebab dalam setiap langkah menuju Baitullah, tersimpan harapan untuk kembali sebagai insan yang lebih bersih, lebih bijak, dan lebih dekat dengan-Nya.”


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan