-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Dukung Program Kapolda Sumsel, Polres Musi Rawas Revitalisasi Jembatan Dam Impres Lewat Program BELIDA

    Wednesday, April 22, 2026, 19:07 WIB Last Updated 2026-04-22T12:07:57Z

    MUSI RAWAS – Infrastruktur yang layak menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.

    ‎Menyadari hal tersebut, Polres Musi Rawas melaksanakan revitalisasi Jembatan Dam Impres melalui program BELIDA (Bersih Lingkungan dan Asri).

    ‎Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho, yang diteruskan oleh Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H, sebagai bentuk dukungan terhadap program ASRI yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia.

    ‎Kapolres Musi Rawas menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    ‎Revitalisasi dilakukan di Jembatan Dam Impres, Desa Air Satan, yang merupakan akses vital penghubung antar desa, yakni Desa Air Satan, Air Lesing, Ketuan Jaya hingga Kecamatan Tugumulyo.

    ‎Sebelumnya, kondisi jembatan sangat memprihatinkan dengan kerusakan pada tiang penyangga, hilangnya besi pembatas, serta korosi yang membahayakan pengguna jalan.

    ‎Bahkan, kondisi tersebut sempat menyebabkan kecelakaan.

    ‎Kepala Dusun IV Desa Air Satan, Anton, mengungkapkan bahwa pernah terjadi insiden seorang santri yang terjatuh ke bawah dam akibat rem kendaraan tidak berfungsi saat melintasi jembatan yang sudah rusak.

    ‎Proses revitalisasi yang diinisiasi oleh Kapolres ini dilakukan secara sistematis dalam kurun waktu dua minggu, meliputi enam tahapan utama:

    ‎1. Tahap I (06 April 2026):

    ‎Inisiasi dimulai dengan pengecekan kerusakan secara menyeluruh, pembersihan area sekitar, serta pelepasan komponen jembatan yang sudah tidak layak.

    ‎2. Tahap II (08 April 2026):

    ‎Penguatan struktur melalui pemasangan tulang tiang cor dengan metode pengelasan, pembuatan papan mal, serta pengecatan dasar pada besi dan tiang.

    ‎3.Tahap III (10 April 2026):

    ‎Pelaksanaan pengecoran tiang jembatan secara masif dan pengelasan besi utama untuk memastikan stabilitas beban.

    ‎4. Tahap IV (12 April 2026):

    ‎Estetika dan perlindungan logam melalui pengecatan ulang seluruh badan jembatan.

    ‎5. Tahap V (15 April 2026):

    ‎Peningkatan aspek keselamatan dengan penambahan pagar pembatas jalan menggunakan pipa besi yang diperkuat dengan cor dan las, untuk memastikan keamanan maksimal

    ‎6. Tahap VI (18 April 2026):

    ‎Finishing berupa pengecatan akhir pada pagar pembatas, memberikan tampilan yang segar dan rapi.

    ‎"Revitalisasi ini adalah bukti bahwa Polri hadir tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan masyarakat," pungkas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K, M.H.

    ‎Dengan selesainya revitalisasi ini, diharapkan akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan lancar melalui konektivitas wilayah yang lebih baik.


    ( Guntur )

    Komentar

    Tampilkan