-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Warga Tumbit Dayak Hentikan Bus Karyawan, Soroti Rekrutmen Tenaga Kerja

    Saturday, April 18, 2026, 19:02 WIB Last Updated 2026-04-18T12:03:19Z

    BERAU- Aksi protes kembali terjadi di wilayah lingkar tambang, tepatnya di Kampung Tumbit Sari, Desa Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. Seorang warga setempat, Samsudin yang akrab disapa Udin, terpaksa menghentikan sejumlah bus karyawan yang melintas di jalan kampung sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tambang.


    Aksi tersebut dipicu karena anaknya yang telah lama mengikuti tes kerja belum juga mendapat panggilan, sementara menurutnya tenaga kerja dari luar daerah justru terus berdatangan dan diterima bekerja.


    “Saya hanya menuntut kejelasan. Anak saya sudah lama ikut tes, tapi belum dipanggil. Sementara orang luar terus masuk kerja,” ungkap Udin di lokasi kejadian.


    Situasi ini pun mendapat perhatian dari tokoh masyarakat setempat. Amat, selaku Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), menyampaikan bahwa perusahaan seharusnya memprioritaskan warga lokal, sesuai dengan kesepakatan awal saat perusahaan mulai beroperasi.

    “Seharusnya perusahaan memprioritaskan masyarakat lokal. Dari awal sudah ada perjanjian bahwa perekrutan tenaga kerja harus mengakomodasi persentase tertentu dari warga sekitar,” tegas Amat.


    Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari pihak kontraktor tambang PAMA menyampaikan komitmennya untuk melakukan perbaikan dalam sistem penerimaan tenaga kerja. Pihaknya mengaku siap berkoordinasi dengan subkontraktor (subcom) serta melakukan pendataan ulang terhadap warga yang belum bekerja.


    “Kami siap memperbaiki sistem rekrutmen dan akan berkoordinasi dengan subkontraktor. Kami juga akan mendata kembali masyarakat yang belum bekerja melalui LPM di masing-masing wilayah,” ujar perwakilan PAMA.


    Aksi penghentian bus berlangsung dalam kondisi relatif kondusif, meskipun sempat menghambat aktivitas transportasi karyawan. Warga berharap adanya tindak lanjut nyata dari pihak perusahaan agar persoalan ketenagakerjaan ini dapat segera diselesaikan secara adil dan transparan.


    (Ismail)

    Komentar

    Tampilkan