Desakan tersebut disampaikan oleh Hernison Kogoya, yang mewakili pemuda, OKP, BEM, serta kelompok masyarakat yang sebelumnya telah menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kabupaten Lani Jaya terkait kondisi keamanan di wilayah tersebut.
Menurut Hernison, hingga empat hari pasca kejadian, belum terlihat adanya langkah konkret maupun pergerakan yang dilakukan pemerintah daerah, baik dari unsur legislatif maupun eksekutif, untuk menindaklanjuti peristiwa yang telah menimbulkan korban dan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami meminta pemerintah daerah, baik legislatif maupun eksekutif, segera membentuk tim pencari fakta dan tim investigasi yang turun langsung ke tempat kejadian perkara untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terkait insiden ini," ujar Hernison dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Menurutnya, insiden yang terjadi di Distrik Melagi merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dari pemerintah daerah serta seluruh pihak terkait.
Selain pembentukan tim investigasi, Hernison juga meminta DPRD Kabupaten Lani Jaya untuk menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai perkembangan tindak lanjut aspirasi yang pernah disampaikan oleh masyarakat terkait situasi keamanan di Distrik Melagi, Lanijaya.
"Kami ingin mengetahui sejauh mana aspirasi yang pernah kami sampaikan telah ditindaklanjuti. DPRD perlu menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat terkait progres dan langkah-langkah yang telah dilakukan," katanya.
Lebih lanjut, ia meminta Bupati Lani Jaya, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan DPRD Kabupaten Lani Jaya turun langsung ke lokasi kejadian guna melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan proses investigasi berjalan secara objektif dan transparan.
Hernison juga menilai bahwa berbagai informasi yang beredar pascakejadian perlu diverifikasi melalui investigasi yang menyeluruh. Menurutnya, setiap kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut harus didasarkan pada hasil penyelidikan yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami berharap tidak ada kesimpulan yang terburu-buru sebelum proses investigasi dilakukan secara menyeluruh. Semua pihak harus mengedepankan fakta dan data yang diperoleh dari hasil penyelidikan di lapangan," tegasnya.
Di sisi lain, Hernison mengungkapkan bahwa masyarakat Distrik Melagi hingga kini masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Aktivitas keagamaan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi masyarakat disebut belum berjalan normal karena masih adanya rasa takut di tengah warga.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal dan aman.
Untuk itu, pihaknya juga mendorong DPRD Kabupaten Lani Jaya membentuk Panitia Khusus (Pansus) serta melakukan koordinasi dengan DPR Papua Pegunungan dan DPR RI guna membahas persoalan keamanan yang terjadi di Kabupaten Lani Jaya secara menyeluruh.
Pemuda dan OKP Lani Jaya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dalam mengungkap fakta kejadian, memberikan kepastian hukum, serta menjamin perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.
"Kami ingin Lani Jaya tetap menjadi daerah yang damai, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Karena itu pemerintah harus hadir dan menunjukkan langkah-langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang," tutup Hernison Kogoya.
(MY)






.jpg)



