• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Stevano Dorong Pemerataan Pendidikan di Malaka, 3.500 Beasiswa PIP Disalurkan, KIP Kuliah dan Revitalisasi Sekolah Jadi Prioritas

    Sunday, July 26, 2026, 00:10 WIB Last Updated 2026-07-25T17:10:53Z

    MALAKA – Anggota DPR RI Komisi X, Stevano Rizki Adranakus, menegaskan komitmennya dalam mendorong pemerataan pendidikan di Kabupaten Malaka melalui penyaluran ribuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), perluasan akses Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, hingga perjuangan revitalisasi sejumlah sekolah.


    Komitmen tersebut disampaikan Stevano saat menyerahkan beasiswa PIP kepada para siswa penerima manfaat bersama orang tua dan guru di SMK Negeri Kletek, Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (25/7/2026), di sela kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Malaka.


    Dalam sambutannya, Stevano mengatakan pendidikan masih menjadi persoalan mendasar di Kabupaten Malaka. Menurutnya, masih banyak anak yang terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, kehadiran beasiswa PIP diharapkan mampu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak tetap melanjutkan pendidikan.


    "Persoalan terbesar di Kabupaten Malaka adalah pendidikan. Banyak anak-anak kita tidak mampu melanjutkan sekolah karena faktor ekonomi keluarga. Dengan adanya bantuan beasiswa PIP ini, kita berharap dapat meringankan beban keluarga," ujar Stevano.


    Melalui aspirasi yang diperjuangkannya di DPR RI, sebanyak 3.500 siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Malaka menjadi penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).


    Stevano menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, sekitar 1.500 siswa telah menerima bantuan, sedangkan sisanya akan disalurkan pada tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.


    "Tahap satu sudah distribusi sekitar seribu lima ratusan. Tahap dua akan dilakukan pada bulan September dan tahun ini kita akan perbanyak lagi tentunya," jelasnya.


    Selain memperjuangkan PIP, Stevano mengatakan dirinya juga akan memperjuangkan peningkatan kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi lulusan SMA dan SMK di Kabupaten Malaka agar semakin banyak generasi muda yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


    Menurutnya, kuota KIP Kuliah untuk Kabupaten Malaka masih sangat terbatas.


    "Untuk beasiswa KIP Kuliah, kuotanya tidak sebanyak beasiswa PIP. Malaka sendiri baru sekitar sepuluh penerima dan ke depan akan kita buka bagi siswa mana yang memang berhak," katanya.


    Stevano mengajak para siswa memanfaatkan bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya agar tidak ada lagi anak-anak di Kletek maupun wilayah lain di Kabupaten Malaka yang putus sekolah karena alasan ekonomi.


    Ia juga meminta dukungan doa dari masyarakat agar tetap diberikan kesehatan sehingga dapat terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Malaka, khususnya di bidang pendidikan.


    "Saya dengar informasi dari Pak Wendy bahwa ada siswa yang tidak ke sekolah selama enam bulan karena ekonomi keluarga. Hal seperti ini tidak boleh terus terjadi. Kita harus memastikan anak-anak kita tetap sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik," ungkapnya.


    Pada kesempatan itu, Stevano turut menyampaikan apresiasi kepada Wendy yang telah membantu menyampaikan aspirasi masyarakat sehingga program beasiswa tersebut dapat menjangkau ribuan pelajar di Kabupaten Malaka.


    "Kita semua harus berterima kasih kepada Pak Wendy yang sudah berjuang membantu menyampaikan aspirasi kepada saya sehingga hari ini saya bisa bertemu dengan bapak, mama, dan para siswa di sini," ucapnya.


    Tidak hanya fokus pada bantuan pendidikan, Stevano juga menegaskan komitmennya memperjuangkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah melalui program revitalisasi. Beberapa sekolah yang telah diperjuangkan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi antara lain SDK Kletek dan SMP Negeri Kletek di Kecamatan Malaka Tengah.


    Menurutnya, pemerataan pendidikan tidak cukup hanya melalui pemberian beasiswa, tetapi juga harus diiringi dengan penyediaan fasilitas belajar yang layak sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal.


    Selain sektor pendidikan, Stevano juga menyoroti persoalan kelistrikan yang dinilai masih menjadi kendala bagi pembangunan Kabupaten Malaka. Ia mengungkapkan akan bersama pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka membawa aspirasi masyarakat dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI bersama PLN.


    "Kabupaten Malaka ini merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Belu sehingga unit PLN di Malaka masih berstatus subunit. Kondisi ini membuat pelayanan listrik belum maksimal," jelasnya.


    Menurut Stevano, keterbatasan kapasitas listrik tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi dunia pendidikan, khususnya di sekolah kejuruan yang membutuhkan daya listrik besar untuk mengoperasikan berbagai peralatan praktik.


    Ia berharap peningkatan kapasitas jaringan listrik di Kabupaten Malaka dapat segera menjadi perhatian pemerintah dan PLN sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta pelayanan publik di daerah.


    Melalui perjuangan di sektor pendidikan dan infrastruktur dasar tersebut, Stevano menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Kabupaten Malaka agar memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih merata serta fasilitas pendukung yang semakin baik.


    (Fabianus Bria)

    Komentar

    Tampilkan