Minimnya penerangan jalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari pihak terkait. Padahal, keberadaan PJU dinilai sangat penting untuk menunjang keselamatan pengguna jalan serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.
Ketiadaan lampu penerangan Jalan Umum tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman bagi pengendara. Selain itu, pelaku usaha mengaku enggan membuka usaha pada malam hari karena kondisi lingkungan yang gelap, yang berdampak langsung pada penurunan pendapatan masyarakat.
Hasbi, salah seorang warga Kecamatan Kota Juang, Jumat (10/4/2026), menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia mempertanyakan prioritas pembangunan pemerintah yang dinilai belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kenapa lampu penerangan jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat justru terabaikan? Sementara proyek jalan dan irigasi hampir setiap tahun ada. Lampu jalan Umum yang sangat penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat justru tidak kunjung terealisasi,” ujarnya.
Hasbi berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memasang lampu penerangan jalan, khususnya di wilayah Bireuen, guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat.
“Dengan adanya penerangan jalan, masyarakat bisa lebih leluasa beraktivitas dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak pemerintah daerah belum dapat dikonfirmasi. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pemerintah saat ini masih fokus menangani dampak pascabencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.
(Hendra)





.jpg)



