Menurutnya, kehadiran kepala daerah menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap peran penting Posyandu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Bupati yang telah memberikan perhatian langsung kepada kegiatan Posyandu. Ini menjadi penyemangat bagi kami para kader untuk terus aktif dan meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan rutin seperti penimbangan balita, imunisasi, serta penyuluhan gizi menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, Yohana menjelaskan bahwa saat ini Posyandu terus bertransformasi dengan mengimplementasikan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Keenam standar tersebut meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif, lanjut usia (lansia), serta penanggulangan penyakit tidak menular.
“Dengan penerapan enam SPM ini, Posyandu diharapkan mampu menjadi pusat layanan terpadu yang menjangkau seluruh siklus kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dapat terus berlanjut, baik dalam bentuk peningkatan sarana dan prasarana maupun pembinaan kader, agar pelayanan Posyandu semakin optimal dan merata.
Kegiatan yang berlangsung di Lingkungan Kampung Abadi, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan Muaradua ini turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu, Staf Ahli Tim Penggerak PKK Kabupaten OKU Selatan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur terkait lainnya.
Peringatan Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran Posyandu dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
(Awaludin)







.jpg)



