-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, S.H., Ulurkan Harapan bagi Janda Miskin Terdampak Banjir di Desa Kapa

    Thursday, April 23, 2026, 22:00 WIB Last Updated 2026-04-23T15:00:40Z

    BIREUEN - Di tengah duka yang ditinggalkan bencana, selalu ada cahaya harapan yang hadir melalui tangan-tangan kepedulian. Itulah yang tercermin dari langkah mulia Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra, S.H., yang akrab disapa Edi Obama, dalam membantu sesama yang tengah dilanda kesulitan.


    Perhatian dan kepedulian tersebut diwujudkan melalui bantuan kepada seorang janda kurang mampu, Jamilah (53), warga Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Bencana tersebut tidak hanya merenggut tempat tinggalnya, tetapi juga menghapus seluruh modal usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.


    Kehilangan itu sempat membuat hidup Jamilah berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Warung Mie Aceh yang dahulu menjadi tumpuan harapan kini hanya tinggal kenangan, sementara kebutuhan hidup terus berjalan tanpa kepastian. Namun, di saat itulah nilai kemanusiaan menemukan maknanya yang paling dalam.


    Dengan kepekaan sosial yang tinggi, Edi Saputra hadir tidak sekadar sebagai pemimpin organisasi kemanusiaan, tetapi juga sebagai sosok yang menghidupkan kembali harapan. Ia memberikan dukungan modal usaha secara langsung kepada Jamilah, sebagai langkah nyata untuk mengembalikan kemandirian ekonomi keluarga yang terdampak bencana.


    Bantuan tersebut dimanfaatkan dengan penuh semangat oleh Jamilah untuk membangun kembali warung Mie Aceh miliknya yang berlokasi di Simpang Empat Desa Kapa. Perlahan namun pasti, roda kehidupan kembali berputar, dan harapan yang sempat redup kini kembali menyala.


    “Alhamdulillah, usaha mie saya sudah kembali berjalan seperti sebelum bencana. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah mempertemukan saya dengan Bapak Edi Saputra. Berkat beliau, saya bisa kembali berdiri dan berusaha,” ungkap Jamilah dengan penuh haru.


    Kisah ini menjadi pengingat bahwa kebaikan sekecil apa pun dapat menjadi jembatan besar bagi kehidupan orang lain. Kepedulian yang tulus bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menghidupkan kembali semangat dan martabat manusia.


    Aksi solidaritas ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut ambil bagian dalam percepatan pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung keluarga di tingkat desa. Sebab, kebangkitan ekonomi bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kehidupan yang kembali memiliki arah dan harapan.


    Dalam nilai-nilai Islam, tolong-menolong (ta’awun) merupakan perintah luhur yang harus dijalankan dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah SWT menjanjikan kemudahan dan pertolongan bagi siapa saja yang meringankan beban saudaranya.


    Sedekah pun tidak semata tentang materi, tetapi mencakup segala bentuk kebaikan—tenaga, waktu, perhatian, hingga senyuman tulus—yang mampu menghapus dosa dan melipatgandakan keberkahan hidup.


    Pada akhirnya, kisah ini menegaskan satu hal sederhana namun mendalam: bahwa di dunia yang sering kali dipenuhi ujian, kemanusiaan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan hati, menguatkan yang lemah, dan menumbuhkan harapan yang tak pernah benar-benar padam.


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan