Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Daerah (Asda) I Kota Cilegon, Mahmudin, yang mewakili Wali Kota Cilegon, bersama jajaran tenaga kesehatan dan tamu undangan.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan, disampaikan bahwa rumah sakit memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, RSUD dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“Di tengah perubahan yang cepat dan tuntutan masyarakat yang makin tinggi, RSUD harus terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif,” ujar Mahmudin.
Pemerintah Kota Cilegon, lanjut dia, juga mendorong penguatan fasilitas kesehatan melalui pembangunan Gedung Medical Center sebagai langkah konkret menghadirkan layanan yang lebih modern, nyaman, dan berkualitas.
Peringatan HUT ke-25 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan RSUD Kota Cilegon dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus memperkuat komitmen menuju peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Rangkaian kegiatan peringatan diisi dengan berbagai agenda, di antaranya senam bersama, tari kreasi, lomba tumpeng antar puskesmas se-Kota Cilegon, serta lomba pelayanan kebersihan di lingkungan rumah sakit. Kegiatan tersebut turut memperkuat sinergi dan kebersamaan antar tenaga kesehatan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Kota Cilegon, Ratu Robiatul Alawiyah, mengatakan peringatan HUT ke-25 mengusung tema “Juare” sebagai wujud semangat menjadi yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui momentum ini, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang prima bagi masyarakat, khususnya warga Kota Cilegon, namun tetap terbuka untuk semua lapisan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, RSUD Cilegon terus melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun penguatan sistem layanan berbasis kebutuhan.
Menurut dia, dalam menghadapi persaingan layanan kesehatan, setiap rumah sakit memiliki keunggulan masing-masing. Hal tersebut menjadi dorongan bagi RSUD Cilegon untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Tentu kami terus melakukan evaluasi dan penguatan, agar mampu memberikan layanan yang semakin baik ke depan,” katanya.
Selain itu, RSUD Cilegon juga dipersiapkan sebagai rumah sakit pengampu layanan KJSU (kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi) setelah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan. Penguatan layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik.
Di sisi lain, RSUD Cilegon tengah menyiapkan operasional gedung baru lima lantai, dengan fokus awal pada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di lantai dasar yang memiliki kapasitas sekitar 20 tempat tidur serta terintegrasi dengan layanan persalinan.
Pihak RSUD berharap dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak terus diperkuat, terutama dalam hal penganggaran dan pengembangan fasilitas, guna menunjang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Cilegon.






.jpg)



