-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Empat Lawang

    Banyuasin

    Sports

    Masyarakat Desa Papande Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara Meminta Kepada Pemerintah Mengembalikan Erikson Siregar Sebagai tenaga Guru pengajar, di SD 173351

    Monday, May 4, 2026, 14:02 WIB Last Updated 2026-05-04T07:02:09Z

    TAPUT--Sejumlah warga Desa Papande, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, mendatangi Kantor Desa Papande pada 3 Mei 2026 untuk menyampaikan aspirasi mereka. Kedatangan tersebut bukan untuk mempersoalkan kinerja pemerintah desa, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya terkait pemindahan Erikson Siregar dari SD Negeri 173351 Papande.


    Dalam pertemuan tersebut, warga berharap Erikson siregar dapat kembali mengajar di sekolah itu. Para orang tua siswa menilai, selama bertugas, Erikson merupakan sosok pendidik yang berdedikasi dan mampu menjalin kedekatan dengan anak-anak didik.


    Sejumlah orang tua mengaku heran dan kebingungan atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang memindahkan Erikson. Menurut mereka, keputusan tersebut tidak sejalan dengan kondisi di lapangan, karena selama ini Erikson dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan belajar siswa.


    “Kami bingung dengan keputusan ini. Selama ini beliau mengajar dengan baik dan sangat dekat dengan anak-anak kami,” ujar salah seorang orang tua siswa.


    Warga juga berharap agar keputusan pelantikan dan rotasi tertanggal 30 April 2026 dapat ditinjau kembali. Jika tidak memungkinkan kembali menjabat sebagai kepala sekolah, mereka berharap Erikson Siregar tetap dapat mengabdi sebagai guru di SD Negeri 173351 Papande.


    Bahkan, sebagian orang tua menyatakan akan mempertimbangkan memindahkan anak-anak mereka ke sekolah lain jika aspirasi tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak terkait.


    Salah seorang warga Desa Papande sekaligus orang tua siswa, Op Sumurung Sianturi, menilai tuntutan para orang tua tersebut sangat wajar, mengingat kinerja Erikson selama ini dinilai baik.


    “Kalau melihat kinerjanya, sudah sangat baik. Jadi mengapa harus dipindahkan? Ini perlu dikaji kembali. Apalagi jika penggantinya bukan warga setempat, tentu berpotensi menimbulkan kendala kehadiran dalam menjalankan tugas,” ujarnya.


    Ia juga menambahkan bahwa kondisi penempatan tenaga pendidik yang jauh dari tempat tinggal kerap terjadi di Tapanuli Utara dan berdampak pada kedisiplinan.


    “Hal seperti ini sering terjadi. Karena jarak tempat tinggal yang jauh, kehadiran jadi tidak maksimal. Ini harus menjadi perhatian serius dinas terkait,” tambahnya.


    Kepala Desa Papande turut memberikan pandangannya. Ia menyebut Erikson Siregar selama ini dikenal sebagai guru yang bertanggung jawab dan memiliki kedekatan emosional dengan para siswa.


    “Dalam kesehariannya, beliau melaksanakan tugas dengan baik. Kedekatannya dengan anak-anak menjadi nilai lebih yang dirasakan langsung oleh para orang tua,” ungkap Kepala Desa.


    Aspirasi warga tersebut juga disampaikan dengan didampingi pihak komite sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap harapan masyarakat.


    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, H. Sitompul, saat dikonfirmasi pada Senin (4/5/2026), belum memberikan tanggapan. Hal serupa juga terjadi pada Kepala Dinas Pendidikan, B. Sitorus, yang hingga kini belum memberikan penjelasan terkait alasan maupun dasar rotasi terhadap Erikson Siregar, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Plt Kepala Sekolah di SD Negeri 173351 Papande.


    Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan kejelasan serta respons resmi dari pemerintah daerah atas aspirasi yang telah mereka sampaikan.



    Edys lumbantoruan

    Komentar

    Tampilkan