Festival yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menjadi ajang pelestarian seni, adat, dan budaya daerah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kriya dan wastra lokal dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Mewakili Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, kegiatan ini dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Joni Rafles, AP., M.Si. Turut hadir Ketua Dekranasda Kabupaten OKU Selatan, Yohana Yuda Yanti Abusama, Staf Ahli TP PKK Ny. Hj. Sumiyati Misnadi, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kepala BPKAD, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas PMPTSP, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Koperindag, Kabag Umum, serta Kabag Perekonomian dan SDA.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, mengunjungi anjungan dan stan Kabupaten OKU Selatan. Stan tersebut menarik perhatian pengunjung dengan menampilkan beragam kerajinan tradisional, wastra lokal, serta kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat OKU Selatan.
Ketua Dekranasda Kabupaten OKU Selatan, Yohana Yuda Yanti Abusama, mengatakan bahwa keikutsertaan OKU Selatan dalam festival ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan potensi produk unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
"Melalui festival ini, kita ingin budaya dan kerajinan khas OKU Selatan semakin dikenal, sekaligus menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM dan pengrajin lokal untuk terus berkarya dan berkembang," ujarnya.
Festival Anjungan Seni Adat Tradisi Budaya Sumatera Selatan kembali digelar setelah vakum sejak tahun 2023. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Dekranasda Sumsel sebagai upaya menjaga eksistensi adat dan tradisi di tengah perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Ia juga mendorong agar festival budaya tersebut dapat menjadi agenda tahunan melalui Peraturan Gubernur.
Selain pameran budaya dan kerajinan, festival ini juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, workshop membatik Aksara Ulu, Tari Gending Sriwijaya, sastra tutur, hingga sendratari budaya Sumatera Selatan.
Keikutsertaan Kabupaten OKU Selatan dalam festival ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dalam mendukung pelestarian seni, adat, dan budaya, sekaligus memperkuat promosi produk unggulan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
(Awaludin)







.jpg)



