• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Gus Qowim Menghadiri Haul ke-2 Gus Lik Dan Peringatan Maulid Nabi Di Pondok Pesantren Assa’idiyyah Jamsaren Kediri.

    Friday, August 21, 2026, 19:19 WIB Last Updated 2026-08-21T12:19:59Z

    KEDIRI - Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowim mengajak jamaah mendoakan Kota Kediri tetap aman, tenteram, dan guyub rukun saat menghadiri Haul ke-2 Almarhum K.H. M Douglas Thoha Yahya atau Gus Lik di Pondok Pesantren Assa’idiyyah Jamsaren, Kamis (20/8/2026).


    Haul tersebut sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi. Kegiatan berlangsung khidmat dengan agenda doa bersama dan tausiah yang diikuti para jamaah serta sejumlah ulama dan tokoh agama.


    “Alhamdulillah kita bisa berkumpul semua di sini dalam keadaan sehat wal afiat. Kita semua dapat bersama-sama mengikuti Haul dari Gus Lik. Tidak terasa sudah dua tahun,” ujar Gus Qowim.


    Dalam kesempatan tersebut, Gus Qowim mengenang sosok Gus Lik yang dikenal melalui kegiatan pengajiannya. Menurutnya, pengajian yang disampaikan Gus Lik memiliki gaya sederhana, tetapi mampu menarik kehadiran jamaah dalam jumlah besar.


    Ia juga menyebut sejumlah jamaah pernah memberikan kesaksian mengenai ketenteraman yang mereka rasakan ketika mengikuti pengajian Gus Lik.


    “Mengajinya sederhana namun yang hadir luar biasa banyaknya. Seperti apa yang dikatakan Rasulullah bahwa hadir di majelis seperti ini akan menghadirkan ketenangan, ketentraman, dan kedamaian,” ungkapnya.


    Bagi Gus Qowim, banyaknya jamaah yang hadir dalam kegiatan haul sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai yang disampaikan Gus Lik masih memiliki tempat di tengah masyarakat.


    Peringatan Haul dan Maulid Nabi tersebut kemudian menjadi ruang bagi jamaah untuk mengenang perjuangan serta keteladanan Gus Lik sekaligus mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat.


    Di hadapan jamaah, Gus Qowim juga menyampaikan permohonan doa untuk kondisi Kota Kediri. Ia berharap Kota Kediri senantiasa berada dalam keadaan aman, tenteram, dan guyub rukun.


    Menurutnya, kerukunan merupakan salah satu kekuatan yang perlu terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.


    Kota Kediri disebut berada di peringkat kedelapan sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia. Gus Qowim menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kekompakan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.


    "Semoga pengajian seperti ini juga menjadi sumber tentramnya Kota Kediri,” pungkasnya.


    Pesan tersebut disampaikan dalam suasana haul dan Maulid Nabi yang mempertemukan jamaah, ulama, masyayikh, serta unsur pemerintah. Doa bersama diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga memperkuat semangat menjaga kerukunan di Kota Kediri.


    Haul ke-2 Gus Lik dan peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assa’idiyyah Jamsaren turut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh agama.


    Di antaranya K.H. Anwar Iskandar, K.H. Ahmad Sholeh, K.H. Abdul Hamid, K.H. Abu Bakar Abdul Jalil, para masayikh, kyai dan bu nyai, serta tamu undangan lainnya.


    Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi momentum mengenang Gus Lik, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan doa bersama.


    Haul ke-2 Gus Lik akhirnya menjadi momentum untuk mengenang sosok yang selama hidupnya aktif dalam kegiatan pengajian sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat. Dari Pondok Pesantren Assa’idiyyah Jamsaren, doa untuk ketenteraman dan kerukunan Kota Kediri kembali disampaikan agar kehidupan masyarakat tetap harmonis.


    (Taufiq)

    Komentar

    Tampilkan