Kondisi tersebut menuai kekecewaan dari kalangan pengelola radio di Kabupaten Bireuen. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, media radio lokal yang telah lama mengabdi kepada masyarakat justru dinilai belum mendapatkan perhatian yang layak, termasuk dalam momentum peringatan hari jadi kabupaten.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Radio Sonya Manis, yang disebut telah berdiri sejak 1974 di bawah kepemimpinan Sukirman Sulaiman. Keberadaan radio tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah penyiaran lokal di Kabupaten Bireuen.
Selama puluhan tahun, radio lokal telah mengambil peran dalam menyampaikan informasi, menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta mendukung penyebarluasan berbagai program pembangunan daerah. Bahkan, sejumlah radio lokal juga pernah menjalin kerja sama dengan pemerintah setempat.
Pimpinan Radio Sonya Manis, Sukirman Sulaiman, menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian pemerintah daerah kepada media radio lokal, terutama dalam momentum peringatan HUT Kabupaten Bireuen.
Ia mempertanyakan sejauh mana pemahaman para pemangku kebijakan terhadap fungsi strategis radio sebagai media informasi publik.
"Apakah pimpinan daerah hari ini benar-benar memahami fungsi media radio, atau justru pura-pura tidak tahu? Radio lokal telah lama berkiprah dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Seharusnya keberadaan kami tidak diabaikan begitu saja," tegas Sukirman.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak seharusnya membiarkan radio lokal berjuang sendiri hingga terancam kehilangan daya hidup akibat minimnya dukungan dan pemberdayaan.
Sukirman menegaskan, radio lokal bukan sekadar lembaga penyiaran yang berorientasi pada operasional usaha, melainkan juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Di sisi lain, pelaku usaha penyiaran juga menghadapi kewajiban operasional dan perpajakan yang harus dipenuhi.
Radio Lokal Dapat Menjadi Mitra Strategis Pemerintah, Sukirman menilai, apabila diberdayakan secara serius, media radio lokal dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi publik.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghadirkan program talk show bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Melalui program tersebut, setiap instansi dapat memaparkan program kerja, capaian pembangunan, penggunaan anggaran sesuai kewenangan, serta berbagai pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Karena itu, pemberdayaan radio lokal semestinya dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik, bukan semata-mata bantuan kepada pelaku usaha media.
Mengingat Kembali Perhatian Pemimpin Terdahulu
Sukirman juga mengenang masa ketika media radio lokal memperoleh perhatian dari pemerintah. Ia menyinggung era Presiden Soeharto, ketika menurut pengalamannya pimpinan radio pernah diundang ke Istana untuk bertemu langsung dengan presiden.
Ia berharap semangat perhatian terhadap radio lokal tersebut dapat kembali diwujudkan melalui kebijakan yang terukur, transparan, dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan persyaratan serta mekanisme penyaluran bantuan yang berlaku.
Momentum HUT Bireuen Harus Menjadi Bahan Evaluasi
Peringatan hari jadi Kabupaten Bireuen seharusnya tidak berhenti pada seremoni, hiburan, dan berbagai agenda perayaan. Momentum tersebut juga perlu menjadi ruang evaluasi terhadap sejauh mana pemerintah daerah menghargai kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk media lokal yang selama ini ikut membangun komunikasi antara pemerintah dan publik.
Pemerintah Kabupaten Bireuen dan DPRK diharapkan membuka ruang dialog dengan para pengelola radio untuk membahas kondisi industri penyiaran lokal, peluang kerja sama yang profesional, serta skema dukungan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Jangan biarkan media radio mati begitu saja. Radio lokal memiliki sejarah, jasa, dan peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap pemerintah daerah benar-benar memberikan perhatian dan membuka peluang pemberdayaan agar radio lokal tetap bertahan dan berkembang," harap Sukirman Sulaiman.
Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar pengakuan secara lisan, melainkan langkah nyata. Sebab, apabila media radio lokal terus terpinggirkan tanpa perhatian yang memadai, Kabupaten Bireuen berisiko kehilangan salah satu bagian penting dari sejarah komunikasi publik dan penyiaran daerahnya.
(Hendra)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









