• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    UIA Wisuda 227 Sarjana dan Magister, 32 Lulusan Raih Predikat Cum Laude

    Tuesday, October 20, 2026, 20:55 WIB Last Updated 2026-10-20T13:55:04Z

    BIREUEN - Universitas Islam Aceh (UIA) kembali menorehkan momentum penting dalam perjalanan dunia pendidikan dengan mewisuda 227 lulusan program sarjana (S1) dan magister (S2) pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXXVIII. Prosesi penuh khidmat tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Islam Aceh, Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Selasa (20/10/2026).


    Dari 227 lulusan yang diwisuda, sebanyak 32 orang berhasil meraih predikat cum laude atau lulus dengan pujian, sementara 195 lulusan lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan. Capaian ini menjadi gambaran atas perjuangan, ketekunan, dan dedikasi para mahasiswa dalam menempuh perjalanan akademik hingga berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.


    Wisuda bukan sekadar seremoni penyerahan gelar akademik, melainkan momentum bersejarah yang menandai lahirnya generasi terdidik dengan tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmu, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.


    Enam Program Studi Melahirkan Lulusan

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIA, Dr. Dhiauddin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa para wisudawan dan wisudawati berasal dari enam program studi pada jenjang sarjana dan magister.


    Pada jenjang magister, Program Studi Pendidikan Agama Islam meluluskan 33 orang. Sementara itu, pada jenjang sarjana, Program Studi Pendidikan Agama Islam meluluskan 58 orang, Manajemen Pendidikan Islam 18 orang, Pendidikan Bahasa Arab 28 orang, Ekonomi Syariah tujuh orang, serta Hukum Keluarga Islam sebanyak 83 orang.


    Keberagaman bidang keilmuan tersebut menjadi bagian dari kontribusi UIA dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.


    Rektor Universitas Islam Aceh, Dr. Nazaruddin, M.A., dalam pidatonya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata.


    Ia mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital, para lulusan harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta menjadikan kejujuran dan integritas sebagai prinsip utama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan maupun teknologi.


    “Gelar akademik bukanlah akhir dari pembuktian, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Nazaruddin.


    Menurutnya, keberhasilan seorang sarjana tidak cukup diukur dari gelar yang disandang atau prestasi akademik yang diraih. Lebih dari itu, keberhasilan sejati tercermin dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat, keteladanan dalam bersikap, serta komitmen untuk menjaga etika dan kebenaran.


    Ia juga menekankan bahwa integritas merupakan prinsip yang tidak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat. Kemajuan teknologi, katanya, semestinya menjadi sarana untuk memperkuat daya pikir, meningkatkan produktivitas, dan melahirkan inovasi, bukan justru dimanfaatkan untuk melakukan kecurangan.


    “Reputasi dapat dibangun melalui prestasi, tetapi kehormatan hanya dapat dipertahankan melalui integritas,” tegasnya.


    Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa ilmu pengetahuan akan memiliki nilai yang jauh lebih besar apabila disertai akhlak, kejujuran, dan tanggung jawab. Sebab, kecerdasan dapat membuka pintu kesuksesan, tetapi karakter dan integritaslah yang menjaga seseorang tetap berada di jalan yang benar.


    UIA Catat Sejumlah Prestasi dan Penguatan Mutu Pendidikan

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UIA turut memaparkan sejumlah capaian institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat daya saing perguruan tinggi.


    Program Studi Pendidikan Agama Islam UIA berhasil meraih akreditasi Unggul pada tahun sebelumnya, disusul Program Studi Ekonomi Syariah pada tahun ini. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan universitas dalam memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi.


    Selain itu, Galeri Investasi UIA memperoleh GI BEI Award 2026 dalam kategori Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi.


    UIA juga meraih 10 penghargaan dalam ajang PTKIS Award dan AICISSS Award 2026, serta masuk nominasi perguruan tinggi binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai institusi yang berpotensi unggul.


    Berbagai pencapaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya riset, dan menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.


    Pesan Menyentuh Rektor: Jangan Lupakan Jasa Orang Tua

    Di hadapan para wisudawan dan wisudawati, Nazaruddin juga menitipkan pesan agar mereka senantiasa menjaga nama baik almamater, menghormati orang tua, serta menjadikan ilmu sebagai landasan untuk berkarya dan mengabdi.


    Ia mengingatkan bahwa keberhasilan yang diraih seorang anak tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan perjuangan orang tua yang sering kali tidak terlihat, tetapi menjadi kekuatan besar di balik setiap pencapaian.

    “Jangan harus menunggu kaya baru bisa membantu orang tua. Berbaktilah dan berterima kasihlah kepada mereka sejak dini,” pesannya.


    Pesan tersebut mengandung makna mendalam bahwa bakti kepada orang tua tidak harus menunggu seseorang mencapai kemapanan. Perhatian, kasih sayang, tutur kata yang santun, serta kesediaan membantu sesuai kemampuan merupakan wujud penghormatan yang dapat diberikan sejak sekarang.


    Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Islam Aceh Angkatan XXXVIII. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk berkarya, menjaga integritas, serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.


    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Bireuen, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Islam Aceh Angkatan ke-38,” ujar Mukhlis.


    Menurutnya, kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama yang menentukan arah dan keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang kompeten, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.


    Ia berharap UIA terus meningkatkan mutu pendidikan, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, memperluas kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong penelitian dan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.


    “Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, luas wilayah, ataupun pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi tersebut,” katanya.


    Mukhlis juga menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar pembangunan berjalan berdasarkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan riil masyarakat.


    Menurutnya, lulusan perguruan tinggi hendaknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga memiliki semangat pengabdian untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Dengan bekal ilmu, karakter, dan kepedulian sosial, para sarjana diharapkan mampu mengambil peran dalam membangun Bireuen yang lebih maju dan sejahtera.


    Wisuda Angkatan XXXVIII Universitas Islam Aceh menjadi tonggak penting bagi 227 lulusan yang kini bersiap memasuki babak baru kehidupan. Gelar akademik yang diraih merupakan buah dari perjuangan panjang, dukungan keluarga, bimbingan para dosen, serta ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa perkuliahan.


    Namun, perjalanan sesungguhnya justru dimulai setelah prosesi wisuda berakhir. Para lulusan dituntut membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh bukan sekadar pengetahuan yang tersimpan dalam ingatan, melainkan kekuatan untuk menghadirkan perubahan dan memberikan manfaat bagi sesama.


    Sebagaimana ungkapan bijak, “Ilmu yang tinggi akan menjadi mulia ketika disertai akhlak, kesuksesan akan menjadi bermakna ketika membawa manfaat, dan gelar akademik akan menjadi kebanggaan sejati ketika diwujudkan dalam pengabdian.”


    Dengan semangat tersebut, para lulusan UIA diharapkan mampu melangkah dengan percaya diri, menjunjung tinggi nilai kejujuran, menghormati orang tua, menjaga nama baik almamater, serta mengambil bagian dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas, berakhlak, dan sejahtera.


    Turut Hadir

    Hadir dalam kegiatan tersebut unsur tokoh agama, Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., Dandim 0111/Bireuen yang diwakili Kasdim Mayor Arh. Ronald Samosir, Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., S.Psi., M.I.K., Rektor Universitas Almuslim Peusangan Bireuen Dr. Marwan Hamid, para orang tua wisudawan dan wisudawati, insan pers, serta tamu undangan lainnya.


     ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan