Peristiwa perusakan itu pertama kali diketahui oleh warga pada pagi hari. Pamflet berisi imbauan relokasi ditemukan tercabik dan jatuh ke tanah, sementara palang gapura yang menjadi penanda pintu masuk kawasan tampak rusak dan tercoret. Warga menduga tindakan tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di tengah meningkatnya gesekan antara masyarakat dan pihak penertiban kawasan.
Warga menyatakan bahwa relokasi bukan solusi yang adil, mengingat sebagian dari mereka telah bertahun-tahun menetap dan menggantungkan hidup dari lahan di sekitar kawasan tersebut. Mereka berharap pemerintah membuka ruang dialog yang lebih manusiawi, tidak hanya menekankan penertiban, tetapi juga memberikan kepastian terkait masa depan tempat tinggal mereka.
Sementara itu, pihak pengelola taman nasional masih melakukan pendataan dan penyelidikan terkait pihak yang merusak fasilitas informasi TN Tesso Nilo. Mereka mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh tindakan oknum yang dapat memperkeruh suasana.
Situasi di lapangan masih berkembang, dan warga berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui komunikasi yang adil, tanpa tindakan intimidatif maupun perusakan fasilitas negara.
(Tuppal PH)























