Dalam kesempatan tersebut, Abah Haji Sahruji menegaskan bahwa momen pelantikan ini bukan hanya sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang sangat berharga bagi seluruh keluarga besar Bandrong. Menurutnya, seni budaya Bandrong merupakan ikon pencak silat yang menjadi kebanggaan masyarakat Banten.
“Bandrong ini adalah warisan leluhur kita. Tugas kita bersama adalah menjaga marwah seni budaya ini agar tetap lestari dan bermartabat,” ujar Abah Haji Sahruji.
Ia juga menyoroti pentingnya silaturahmi yang terjalin melalui seni budaya Bandrong. Pertemuan antaranggota dari berbagai daerah, termasuk yang berada di Lampung, menunjukkan bahwa Bandrong menjadi perekat persaudaraan, baik yang memiliki satu nasab, satu ideologi, maupun satu perjuangan dalam melestarikan seni budaya.
“Ternyata kita yang berkumpul di sini semuanya berasal dari Banten, meskipun berada di Lampung. Ini membuktikan bahwa Bandrong menjadi wahana silaturahmi yang mempertemukan saudara-saudara kita,” katanya.
Ke depan, Abah Haji Sahruji berharap agar semakin banyak kegiatan yang dapat mempererat tali persaudaraan antaranggota Bandrong di seluruh Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya mendapat undangan untuk menghadiri pelantikan Ketua DPW Bandrong di Lampung atas undangan DPW Banten, yang menurutnya menjadi bukti nyata kuatnya jaringan silaturahmi dalam organisasi ini.
“Bandrong bukan hanya soal kekuatan fisik atau seni bela diri semata, tetapi juga tentang nilai silaturahmi, kekeluargaan, dan kebersamaan. Dengan sering bertemu, persaudaraan akan semakin erat dalam membangun dan menjaga seni budaya Bandrong Banten,” pungkasnya.





