-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    ‎Baru Selesai Desember 2025, Jalan Tegal Ombo–Kali Pasir Rp1,5 Miliar Sudah Hancur Lebur

    Wednesday, January 28, 2026, 15:48 WIB Last Updated 2026-01-28T08:48:29Z

    LAMPUNG TIMUR – Ironi pembangunan kembali terjadi di Kabupaten Lampung Timur. Proyek peningkatan jalan ruas Tegal Ombo–Kali Pasir yang menelan anggaran negara hingga Rp1,5 miliar, kini justru berubah menjadi monumen kegagalan, meski baru saja rampung pada Desember 2025.

    ‎Belum genap satu bulan dimanfaatkan masyarakat, kondisi jalan tersebut sudah retak-retak, mengelupas, bahkan berlubang. Pantauan di lapangan memperlihatkan aspal yang seharusnya kokoh justru hancur di sejumlah titik, terutama di Jalan Bungur Raya, Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur.

    ‎Lebih memprihatinkan lagi, lapisan aspal tampak terkelupas hingga memperlihatkan agregat di bawahnya. Di beberapa bagian, material terlihat rapuh seolah tidak pernah melalui proses pemadatan yang layak. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana larinya anggaran miliaran rupiah tersebut?

    ‎Warga yang setiap hari melintasi jalan itu mengaku geram dan kecewa. Mereka menilai pembangunan ini seperti asal jadi, jauh dari harapan masyarakat yang mendambakan infrastruktur layak dan tahan lama.

    ‎“Ini bukan rusak biasa, tapi hancur. Baru selesai, sudah seperti jalan lama bertahun-tahun,” keluh seorang warga Rabu (28/1/2026).

    ‎Kerusakan dini ini memunculkan dugaan kuat adanya pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Mulai dari kualitas material aspal, ketebalan lapisan, hingga lemahnya pengawasan selama proses pembangunan patut dipertanyakan. Tak menutup kemungkinan, proyek ini menjadi korban praktik asal untung dan minim mutu.

    ‎Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses penting penunjang aktivitas ekonomi warga, mulai dari angkutan hasil pertanian hingga mobilitas pelajar. Namun alih-alih menjadi solusi, proyek ini justru menambah daftar panjang persoalan infrastruktur di daerah.

    ‎Masyarakat mendesak pemerintah daerah, inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Audit teknis dan anggaran dinilai mendesak dilakukan agar publik mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan bernilai miliaran rupiah ini.

    ‎Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi jalan yang sudah rusak tersebut.

    ‎(Iman)

    Komentar

    Tampilkan