Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, tim media turun langsung ke lokasi sekolah. Setibanya di lokasi, awak media melihat kondisi bangunan revitalisasi dan bermaksud menemui kepala sekolah guna meminta penjelasan terkait progres pekerjaan serta penggunaan anggaran.
Namun, upaya konfirmasi tersebut tidak membuahkan hasil. Sejumlah guru yang berada di kantor sekolah menyampaikan bahwa kepala sekolah tidak dapat ditemui karena sedang mengikuti kegiatan “zoom”.
Awak media kemudian menunggu sekitar satu jam, tetapi kepala sekolah tidak juga keluar. Awak media kembali menanyakan apakah bisa bertemu sebentar. Seorang guru sempat mencoba mengetuk pintu ruangan kepala sekolah, namun tidak ada jawaban.
Tidak lama kemudian, salah seorang guru kembali menyampaikan alasan lain bahwa kepala sekolah tidak bisa ditemui karena sedang kuliah.
Situasi ini memunculkan dugaan bahwa kepala sekolah tidak bersedia memberikan keterangan kepada publik, sejalan dengan keterangan warga sekitar yang menyebut pihak sekolah kerap sulit ditemui saat diminta ibu penjelasan terkait pelaksanaan kegiatan revitalisasi.
( EDIS.)




