-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kabupaten Banyuasin

    Sports

    Bupati Langkat Syah Afandin Tancap Gas Reformasi Kesehatan, 32 Puskesmas di Langkat Resmi Jadi BLUD

    Saturday, January 3, 2026, 23:08 WIB Last Updated 2026-01-04T04:48:06Z

    LANGKAT – Mengawali hari pertama kerja di tahun 2026, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH langsung tancap gas dengan memfokuskan perhatian pada percepatan penanganan pascabencana alam hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat. Pemerintah Kabupaten Langkat pun menyiapkan lahan seluas kurang lebih lima hektare untuk pembangunan hunian tetap (huntap) terpadu bagi masyarakat terdampak bencana.

    ‎Hal tersebut disampaikan Bupati Langkat saat memimpin rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Jumat (02/01/2026). Rapat ini menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Langkat di awal tahun 2026 untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, terencana, dan berkelanjutan.

    ‎Peluncuran ini disebut sebagai langkah strategis untuk mengakhiri praktik birokrasi lamban yang selama ini kerap menjadi hambatan pelayanan kesehatan di level dasar.

    ‎“Saya tidak mau lagi mendengar keluhan pelayanan lambat, antrean panjang, atau obat yang kosong. Puskesmas harus berpihak pada masyarakat,” tegas Syah Afandin di hadapan para tamu undangan.

    ‎Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Langkat Tiorita br Surbakti SH, Sekretaris Daerah H. Amril SSos MAP, Kepala Dinas Kesehatan dr. Juliana MM, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Langkat Thomas Hamonongan Simarmata.


    ‎Dengan status BLUD, Puskesmas kini memiliki keleluasaan mengelola anggaran secara mandiri. Pendapatan layanan dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, mulai dari pembelian obat-obatan, perawatan fasilitas, hingga pengadaan alat kesehatan. Sistem ini diharapkan mempercepat respons tanpa perlu menunggu prosedur administrasi berlapis.

    ‎Kepala Dinas Kesehatan Langkat, dr. Juliana MM menegaskan bahwa BLUD bukan hanya sekadar perubahan format tata kelola.

    ‎“BLUD adalah perubahan cara berpikir. Fokusnya masyarakat, bukan administratif. Ini instrumen percepatan dan peningkatan kualitas layanan,” jelasnya.

    ‎Bupati Syah Afandin menekankan empat poin prioritas dalam penerapan BLUD untuk memastikan pelayanan berjalan optimal:

    ‎Mutu dan keselamatan pasien, Peningkatan kompetensi SDM kesehatan, Budaya kerja berintegritas dan melayani, ‎Pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, ‎Menurutnya, keberhasilan penerapan BLUD bukan hanya soal kecepatan pengelolaan anggaran, tetapi juga perubahan sikap dan kualitas pelayanan.

    ‎Puskesmas Terbaik Diganjar Apresiasi

    ‎Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, Pemkab Langkat memberikan apresiasi kepada tiga Puskesmas yang dinilai terbaik dalam persiapan BLUD, yakni:

    ‎UPT Puskesmas Besitang

    ‎UPT Puskesmas Desa Lama

    ‎UPT Puskesmas Sambirejo

    ‎Langkah ini diharapkan menumbuhkan persaingan sehat antar Puskesmas untuk meningkatkan kualitas layanan.

    ‎Dengan resmi beroperasinya 32 Puskesmas berstatus BLUD, publik menaruh harapan besar akan hadirnya layanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan manusiawi. Syah Afandin berharap perubahan ini menjadi tonggak penting dalam reformasi kesehatan di Langkat.

    ‎Puskesmas harus jadi benteng pertama kesehatan rakyat. Bukan sekadar bangunan dengan papan nama. Masyarakat harus merasakan sendiri perubahan ini,” tutupnya.


    (Adam)

    Komentar

    Tampilkan