REJANG LEBONG- DPUPRPKP Bidang Cipta Karya tahun anggaran 2025 Penigkatan Drainase Simpang Lebong yang dilaksanakan oleh CV Manggala Utama nilai kontrak hampir 1.1 milyar menuai kontra di kalangan masyarakat.
Drainase ini pembangunannya menggunakan beton box culver preecast atau pabrikan yang membela jalan atau crosing untukmencegah terjadinya banjir.
Yang menariknya pekerjaan milik kabupaten ini membela jalan milik propinsi yang baru saja dilaksanakan oleh pihak rekanan lain dengan konstruksi AC-BC dan AC-WC yang pelaksanaan dan pemeliharaannya belum berakhir tetapi sudah di rusak oleh pihak CV MANGGALA UTAMA sangat jelas terlihata tidak adanya kordinasi antara pemerintah propinsi dengan pemkab rejang lebong.
Selanjutnya hasil kerja CV MANGGALA UTAMA dalam pembangunan Box Culvert ini tidak lah sesuai dengan mekanisme teknis dimana kualitas aspal awal AC-BC dan AC-WC pada jalan lama diganti dengan lapisan aspal dingin yang tidak diketahui asal dari.mana dan kualitasnya pun tidak teruji sampai dengan berita ini diturunkan ada beberapa bagian sudah mulai turun dari permukaan.
Dari segi teknis dalam ilmu sipil tidak di anjurkan untuk pengaspalan secara langsung diatas permukaan beton dikarenakan adanya perbedaan karakteristik bahan, masalah drainase yang timbul, adhesi/daya rekat yang buruk dan integritas struktural yang seharusnya pihak konsultan teknis, pihak DPUPRPKP Kab RL dan Tim Teknis CV MANGALA UTAMA yang dipercaya sebagai ahli teknis mengkaji terlebih dahulu hal ini dan mempersiapkan lapisan Sub Grade dari batu pecah dan dipadatkan secara maksimal barulah dapat dilakukan pengaspalan.
Salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada awak media (01/01/2026) "aneh kerjaan ini pak yg dirusak aspal tebalnya hampir mencapai 10 cm kok diganti dengan aspal tipis paling gak sampe 2 cm, gak akan lama aspal ini bertahan liat itu uda mulai amblas, ujarnya kepada awak media sambil menunjuk titik lokasi.
Sepertinya untuk selesai tepat waktu pihak kontraktor mengerjakannya asal jadi, baru saya lihat disini orang aspal ngangkut material aspalnya pake gerobak dorong, kan sudah biasa sepertinya di kabupaten kita melakukan pembangunan itu itu aja, jadi gak perlu tahan lama kan, namanya juga negeri konoha tutupnya kepada awak media sambil tertawa.
(TIM)




