Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.45 wib ini, diduga kuat dipicu oleh kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan kompor gas saat sedang menghangatkan masakan. Akibat kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian materiil hingga Rp. 100 juta.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H., mengkonfirmasi peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyebutkan bahwa api pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang melihat kepulan asap putih tebal.
"Kami telah menerima laporan terkait kebakaran dapur rumah di Desa Bojong Minggir. Berdasarkan hasil olah TKP, penyebab kebakaran diduga berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan saat ditinggal pergi oleh penghuninya," ujar Ipda Warsito.
Peristiwa bermula sekira pukul 09.30 wib, ketika istri korban, Munazillah (47), sedang menghangatkan masakan di dapur. Tak lama kemudian, ia bersama suaminya pergi melayat ke rumah saudara yang lokasinya tidak jauh dari kediaman mereka.
Nahas, kompor gas masih dalam keadaan menyala. Sekira pukul 10.45 wib, seorang warga yang berada di luar rumah melihat asap putih tebal membumbung tinggi dari atas dapur korban. Saksi langsung berteriak dan memberitahu korban yang saat itu masih berada di rumah duka.
"Mendapat kabar tersebut, korban langsung pulang dan mendapati api sudah membesar. Ketua RT setempat kemudian melaporkan kejadian ini ke piket Polsek Bojong," tambah Ipda Warsito.
Menerima laporan warga, personel Polsek Bojong langsung meluncur ke lokasi sembari menghubungi Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pekalongan. Sambil menunggu armada Damkar tiba, polisi bersama warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya agar tidak merembet ke bangunan utama.
"Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekira pukul 12.30 wib setelah tim Damkar tiba di lokasi. Ruang dapur berukuran 7x5 meter persegi ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," jelasnya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah tabung gas elpiji 3 kg dan satu buah kompor gas warna hitam yang sudah hangus terbakar.
Ipda Warsito menyayangkan kejadian ini dan mengimbau masyarakat untuk lebih teliti serta waspada, terutama saat beraktivitas di dapur.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, pastikan kompor dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah. Kelalaian kecil seperti ini bisa berdampak besar dan merugikan harta benda. Mari kita lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.
(Riki)























